Mendorong Growth Mindset Siswa

Sumber: https://beechhillschool.co.uk/bhps/research-led-school-improvement/

“Teman-teman pendidik, bahwasanya salah satu kompetensi yang harus dimiliki anak kita adalah growth mindset. Kita bisa melatihnya dengan teknik sederhana. Teknik 3-2-1 adalah sebuah pendekatan yang efektif untuk mendorong mereka menjadi pembelajar yang lebih baik”, ungkap Mas Ali di beberapa group GSM yang sempat saya baca. Saya tertarik dengan tulisan mas Ali. Akhirnya kulanjutkan untuk membaca bagaimana langkah-langkah teknik tersebut karena penasarannya. Dalam penjelasannya  Mas Ali menyampaikan tiga teknik yaitu 1) tiga hal yang mereka pelajari di pelajaran sebelumnya; 2) dua hal yang mereka anggap menarik; 3) satu pertanyaan tentang pelajaran kemarin.  

Dari teknik 3-2-1 ini, Mas Ali memberikan penjabaran sebagai berikut. 1) Anak didik diajak untuk merefleksikan tiga konsep atau fakta penting yang mereka pelajari dalam pelajaran sebelumnya. Ini membantu mereka untuk mengingat dan memahami materi yang baru dipelajari, serta membangun dasar pengetahuan yang kuat. 2) Anak didik diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi dua aspek dalam pelajaran tersebut yang mereka anggap menarik atau paling mereka sukai. Ini mendorong mereka untuk menemukan aspek positif dalam proses belajar (meaningful). 3) Anak didik didorong untuk mengajukan satu pertanyaan terkait pelajaran yang mereka pelajari sebelumnya. Hal ini tidak hanya memperkuat pemahaman mereka, tetapi juga memicu rasa ingin tahu yang merupakan elemen kunci dari growth mindset.

Sederhana apa yang disampaikan Mas Ali dan mendorong niat yang kuat untuk segera menerapkan. Hari ini, 5 Oktober 2023, di kelas X Animasi 4 ketika pelajaran dasar-dasar animasi saya segera menerapkan menggunakan link padlet. “Anak-anakku, selama 2,5 bulan ini, kalian sudah belajar untuk mengungkapkan siapakah kalian sendiri melalui tantangan siapakah aku, belajar menerapkan garis, belajar membuat mandala secara manual maupun digital, belajar membuat gambar bentuk buah secara manual dan digital, serta menggambar kartun buah. Jawablah pertanyaan berikut. 1) Apa tiga hal yang kalian anggap penting dari apa yang telah kalian pelajari dan kalian lakukan menyelesaikan tantangan tersebut? Jelaskan! 2) Jelaskan dua aspek dalam pelajaran tersebut yang kalian anggap menarik atau paling kalian sukai. 3) Buatlah pertanyaan terkait dengan materi yang telah kalian pelajari’, tanya saya di kelas dan saya kirim link padlet ke group.  Untuk melakukan evaluasi diri ini, saya memberikan waktu selama 30 menit untuk menjawab ke link yang sudah disediakan. 

Tidak harus menunggu lama, mayoritas siswa langsung memberikan jawaban-jawabannya di padlet. :Hal yang penting bagi saya adalah kesabaran, karena butuh kesabaran untuk menyelesaikan tantangan sebelumnya,  menggambar juga sangat membutuhkan kesabaran, contohnya ketika saya menyelesaikan tantangan garis, saya benar benar membutuhkan kesabaran yang cukup banyak untuk menyelesaikan tantangan garis. Selain kesabaran, ketelitian juga sangat penting bagi saya. Karena, sebelum saya menyelesaikan tantangan-tantangan sebelumnya saya harus sangat teliti ketika mengerjakan tantangan, agar orang lain melihat tantangan saya dan berkesan. Aspek yang saya anggap menarik, yaitu ketika saya mewarnai tantangan arsiran buah dan membuat arsiran buah digital melalui handphone. Selain itu, aspek lain yang  saya anggap menarik, yaitu ketika saya mengerjakan tantangan garis karena tantangan garis sangat membutuhkan kesabaran yang cukup, maka dari itu saya sangat tertarik. Bagaimana menyesuaikan warna untuk objek gambar kita?”, ungkap Fildza dalam tulisannya di padlet.

“Tiga hal yang saya anggap penting dari yang telah dipelajari dan lakukan selama mengerjakan tantangan yaitu:  1) Kedisiplinan, ketepatan mengirim karya sesuai deadlinenya. 2) Ketelatenan, telaten dalam mengerjakan karya. 3) komunikasi, konsultasi karya atau mendengarkan masukan.  Dua aspek yang saya anggap menarik dalam pelajaran: 1) dari tantangan mandala, saya belajar untuk membuat pola pola yang inovatif juga tidak membosankan. Saya juga bisa belajar memadukan satu warna ke warna lain dalam karya tersebut. 2) Dalam pembuatan animasi mendut, saya mulai mencoba beberapa teknik animasi baru yang membuat animasinya terlihat lebih menarik. Pertanyaan terkait materi yang telah dipelajari: 1) bagaimana caranya agar selalu termotivasi dalam mengerjakan karya? 2) Apa yang harus dilakukan ketika terlambat mengumpulkan karya? 3) manakah yang lebih penting; mengumpulkan karya sesuai deadline dengan hasil seadanya atau terlambat mengumpulkan karya dengan hasil memuaskan?”, ungkap Andinie.

“Hal yang saya dapatkan dari pembelajaran sebelumnya adalah tentang membuat animasi yang butuh waktu dan proses yang lumayan lama dan sulit tetapi dengan itu saya dapat bisa belajar yang pertamanya tidkk bisa membuat sekarang sudah bisa walupun butuh kesabaran dan bisa menikmati proses yang lama ada contohnya membuat karya garis tanpa penggaris membuat mandala dan juga membuat beberapa karya yang lain. Kedua, bisa melatih otak dan melatih emosional/kesabaran. Ketiga mengatahui bebarapa teknik menggambar, membuat karya digital yang pertamanya tidak saya ketahui. Aspek yang saya dapatkan dalam membuat karya karya wajib yaitu karya garis tanpa penggaris dan mandala itu butuh waktu lumayan lama dan melatih kesabaran. Aspek kedua adalah pembuatan karya karya digital. Hal apa saja yang didapatkan saat membuat karya karya wajib?”, tulis Rizkytama Jati Saputra.

“Hal yang saya anggap penting dari yang telah saya pelajari adalah 1) konsentrasi dan ketenangan. Tantangan garis membuat saya harus sabar dan tenang agar garis yang saya buat menjadi stabil. 2) Coloring. Dari tantangan-tantangan yang diberikan Pak Diyarko, saya sedikit bereksperimen dengan palet-palet warna pada karya saya untuk mencari palet warna yang sesuai dengan style saya. 3) Skill Up. Tantangan-tantangan yang diberikan membuat saya menjadi lebih sering menggambar daripada sebelumnya, sehingga membuat skill menggambar saya meningkat. Aspek yang saya anggap menarik dari pelajaran tersebut adalah: 1) pewarnaan. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, saya bereksperimen dengan palet-palet warna pada karya saya. 2) Arsiran. Membuat arsiran pada gambar manual cukup menyenangkan karena kita tidak bisa sembarangan mengarsir, namun kita perlu memperhatikan gelap terang dari objek yang kita gambar. Bagaimana cara agar style menggambar kita menjadi konsisten dan tidak berubah-ubah?”, ungkap Nasrullah Dava Asyary.

“Tiga hal penting yang sudah saya pelajari selama ini belajar di Jurusan Animasi adalah selalu semangat untuk memperbaiki diri karena saya sendiri selalu ingin untuk berkembang, selalu berusaha untuk tidak membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan mencoba untuk menikmati proses dalam pengembangan projek animasi saya, dan saya selalu menganggap tantangan dari jurusan Animasi adalah sebagai cobaan dan mencoba untuk tidak mengeluh menjalaninya dengan ikhlas karena berpikir negatif seperti mengeluhkan gambar kita dengan teman. Dua aspek yang saya anggap menarik adalah mempelajari teori dan teknik dalam membuat animasi 2D, dan teknik menggambar di kertas seperti mengarsir. Pertanyaan saya adalah bagaimana mendalami teknik dalam membuat animasi?”, ungkap Hibatullah. 
“Tiga hal yang saya anggap penting setelah mempelajari dan menyelesaikan tantangan yaitu pertama, saya dapat dengan mudah menyelesaikan tantangan karena sebelum saya mengerjakan saya sudah mempelajari terlebih dahulu caranya, Hal tersebut menjadikan saya mudah mengerjakan tantangan yang diberikan. Kedua, saya sangat terinspirasi dengan adanya tantangan-tantangan selama ini karena menjadikan saya yang awalnya tidak bisa menjadi bisa. Ketiga, saya dapat mengajarkan apa yang sudah diajarkan selama ini kepada teman-taman saya yang belum bisa. Dua aspek yang saya anggap menarik yaitu pertama kreatifitas, dalam melakukan tantangan, contohnya saat mendapatkan tantangan mandala saya harus kreatif dalam memilih warna dan membuat corak dalam mandala tersebut. Kedua yaitu pewarnaan, untuk aspek pewarnaan,dengan adanya tantangan buah berwarna, saya dapat belajar menggradasikan warna dengan benar. Saya bertanya bagaimana cara agar dapat dengan mudah belajar dasar-dasar animasi yang menurut saya masih sedikit sulit?”, ungkap Akmal.
“Tiga hal yang saya anggap penting dalam pelajaran adalah kesabaran, imajinasi dan juga kelenturan tangan dalam membuat gambar karena hal hal tersebut sangat sangat penting bagi sayaa, tanpa adanya kesabaran mungkin tantangan tantangan/tugas tak akan selesai, imajinasi juga sangat penting dalam membuat mandala digital, bagaimana kita mengkreasikan mandala yang  kita bikin itu tentu menggunakan imajinasi, serta kelenturan tangan, kelenturan tangan di butuhkan untuk membuat gambar manual seperti membuat gambar menggunakan garis dan lain-lain. Dua aspek yang saya sukai adalah ketika saya mulai belajar teknik digital karena saya dulu benar benar tidak pernah membuat karya digital melalui aplikasi apapun, saya juga belajar pewarnaan ntah dalam teknik manual maupun digital. Pertanyaan saya sendiri adalah apakah kesabaran sangat dibutuhkan dalam membuat karya karya tersebut?”, ungkap Akyla Setya Puji Lestari.
Tiga hal yang saya anggap penting dalam pelajaran ini adalah 1) kerja keras, hal ini saya dapatkan ketika membuat karya garis. Hal ini juga akan sangat berguna di dunia kerja. 2) Kesimetrian, hal ini saya dapatkan ketika membuat mandala, hal ini mungkin akan berguna ketika sedang menata pakaian di lemari. 3) Konsistensi, hal ini saya dapatkan ketika membuat karya garis juga. Hal ini akan berguna ketika kita menjadi seorang konten creator dan mungkin jika ingin bergelut di dunia maya  Dua hal yang menyenangkan yaitu: 1) aspek keseimbangan garis pada karya mandala. Saat membuat mandala, setiap sisi harus memiliki bentuk yang sama dan ukuran yang sama. 2) Aspek kerja keras saat membuat karya garis. Karya garis adalah salah satu karya yang cukup saya tidak sukai, karena karya itu benar-benar membutuhkan konsitensi yang luar biasa, kesabaran dan juga kerja keras ketika karya kita di tolak. Setelah belajar selama ini, apakah kalian merasa bahwa belajar di SMK itu berguna? Jika berguna jelaskan apa saja kegunaannya?”, ungkap Ihsan Aufa.
Itulah beberapa jawaban siswa terkait dengan penerapan teknik 3-2-1 yang disampaikan Mas Ali untuk melatih growth mindset yang saya realisasikan pada hari ini. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada link berikut: Teknik 3-2-1. Melalui pendekatan ini, anak-anak mulai membangun kebiasaan untuk aktif dalam proses belajar, mengembangkan kemampuan untuk mencari hal positif dalam pelajaran, dan terus memperdalam pemahaman mereka melalui pertanyaan. Semua ini merupakan langkah penting menuju mengembangkan growth mindset yang kuat. Terima kasih Mas Ali atas ilmunya hari ini dan luar biasa ketika langsung saya praktikkan. Semoga menginspirasi yang lainnya. 

2 thoughts on “Mendorong Growth Mindset Siswa”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *