Panen Karya Fotografi sebagai Asset Digital di Sutterstock

Berpengalaman dari banyaknya karya fotografi dari Muhammad Yusuf  kelas XI Animasi yang diapprove di sutterstock, saya memiliki cara agar karya-karyanya semakin banyak yang diapprove. Apa itu? Saya harus menduplikasi Muhammad Yusuf di kelas X.  Secara masal, saya memberikan tantangan fotografi kepada siswa kelas X Animasi. Sebelum memberikan tantangan tersebut, karya-karya Yusuf yang sudah diapprove di sutterstock saya pamerkan ke kelas tersebut, sehingga mereka memiliki gambaran secara riil, bahwa karya fotografi dapat menjadi asset digital yang berpeluang memberikan royalty finansial. Pengalaman Yusuf ini harus diduplikasi dan dilakukan secara masal oleh siswa kelas X Animasi. Dengan memanfaatkan pelajaran dasar-dasar animasi 2 yang hanya 2 jam pelajaran setiap minggunya dan itupun berada di ruang teori, maka  mereka harus mampu memanfaatkan peralatan android yang dimiliki supaya memiliki nilai guna yang tinggi. Untuk pelajaran dasar-dasar animasi ini selama satu minggu mendapatkan durasi waktu 12 jam, sehingga sisanya 10 jam yang diampu oleh Pak Istoro difokuskan pada pembuatan film animasi sebagai karya wajibnya. Saya yang kebagian untuk mengantarkan siswa mengenal lebih mendalam tentang marketplace global dan masuk di circle tersebut.

Sebelum mereka melaksanakan tantangan ini, mereka saya ajak untuk berliterasi sejenak dengan mengamati karya-karya fotografi yang terkenal. Ciri-ciri apa yang membuat hasil fotografi tersebut menarik. Dari diskusi tersebut mereka memberikan penjelasan bahwa ciri-ciri fotografi yang menarik harus ada unsur point of interest atau fokus apa yang dibidik sehingga menjadi pusat perhatian. Di samping itu, komposisi objek harus diperhatikan. Ada peraturan rule of third, yakni komposisi fotografi dengan memanfaatkan 9 bidang kotak yang sama besar, 3 garis vertikal, 3 garis horizontal, serta titik potong di antara garis-garis tersebut. Kita bisa menggunakan grid lines yang tersedia di kamera untuk mempermudah looking rule of third. Posisi terbaiknya ada pada 3 bidang tengah, di mana titik vertikal dan horizontal saling berpotongan. Masih ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan lagi, namun dalam tantangan ini sengaja tidak dikupas dulu. Sengaja saya membiarkan mereka bereksplorasi untuk menerapkan prinsip point of interest dan komposisi terlebih dahulu. Selama dua jam pelajaran mereka benar-benar hunting mencari objek-objek yang menarik bagi mereka. Setiap peserta didik mendapatkan tantangan antara 5 sampai dengan 10 objek yang akan dipublish di instagram dan di suterstock. Karya berikut merupakan beberapa hasil jepretan Aditya Jaya kelas X Animasi menggunakan android yang ia milliki.

Photografi karya Aditya

Photografi Aditya

Masih banyak karya siswa lainnya yang sudah dikirim ke link yang sudah kami sediakan. Dapat dibayangkan, jika setiap siswa minimal mengirim 5 objek fotografi, sedangkan siswa kelas X Animasi ada sebanyak 143 siswa, maka dalam satu tantangan sudah mendapatkan minimal 715 karya fotografi. Inilah panen karya kami sehingga dapat menjadi asset untuk mengisi market place sutterstock. Sederhana, namun bermakna bukan? Tidak muluk-muluk target kami, setidaknya anak didik sudah mengenal dekat dengan marketplace yang ada dan masuk di circlenya. Terkait laku atau tidak itu urusan belakang. Setidaknya ketika mereka sudah masuk circle dan tahu bahwa karyanya belum laku, menjadi bahan refleksi apa yang menjadi penyebabnya akan  menggelitik untuk dipecahkan dan dicari penyebabnya dan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *