Hadiah dari Mutiara dan Rasya untuk Upakarya Sala

Pagi ini, 3 Januari 2024, saya mendapatkan kejutan dari dua murid di kelas X Animasi 3 yaitu Mutiara dan Rasya. Di kelas tersebut saya menyampaikan rancangan pembelajaran selama satu semester ke depan tentang dasar-dasar animasi. Ada tiga project besar yang akan dilaksanakan selama 1 semester yaitu sebanyak 15 tantangan gerakan animasi mulai dari bola besi jatuh, bola sepak jatuh, bola loncat-loncat, bola menggelinding di lintasan yang ada rintangannya, karakter berjalan, karakter berlari, karakter melompat, karakter berjalan dengan gembira, karakter berjalan dengan sedih, karakter mendorong benda berat, karakter mengangkat benda, lipsing 1, lipsing 2, gerak ekspresif dan project akhir. Tantangan berikutnya adalah pembuatan aset digital dan project softskill. Usai saya memberikan contoh-contoh animasi dan mereka saya ajak berdiskusi untuk memastikan bahwa hari ini mereka akan siap menyelesaikan tantangan dengan baik, saya dikejutkan dengan kedatangan Mutiara dan Rasya yang menyerahkan sebuah karya materi perspektif. Saya menjadi ingat saat itu pada bulan November 2023, ketika saya melihat dua murid ini membuat gambar perspektif dengan baik, namun menggunakan ukuran kertas A4. Akhirnya saya beri tantangan yang lebih kompleks yaitu dengan ukuran kertas A3 dengan gambar perspektif dengan lokasi riil yang ada di Kota Semarang. Mutiara Shaila memilih menggambar perspektif dengan objek bangunan di SMK N 11 Semarang, sedangkan Rasya mengambil objek bangunan di Kota Lama dengan pewarnaan dari spidol.

Persepektif Karya Mutiara Shaila
Penyerahan Karya
Perspektif Kota Lama Karya Rasya
Penyerahan Karya

Saya tidak bisa berkata-kata lagi dengan karya dua murid ini. Dua karya ini benar-benar dibuat dengan teknik perspektif yang matang, didukung dengan teknik arsiran yang bagus dari Mutiara dan teknik pewarnaan yang menarik oleh Rasya yang menunjukkan sisi gelap dan terangnya sehingga menampilkan volume dari gambar tersebut.

Sebagai bentuk penghargaan kepada kedua murid tersebut, selanjutnya dua karya yang diserahkan kepada saya akan dipajang di ruang Upakarya Sala. SMK Negeri 11 Semarang memiliki satu ruang Upakarya sala yaitu ruangan yang khusus untuk memajang karya-karya terbaik murid dari semua jurusan yang ada di SMK Negeri 11 Semarang.

“Saya pribadi senang dan puas pak bisa menyelesaikannya dengan baik dan semaksimal mungkin, dan juga saya bisa memanfaatkan waktu luang di hari libur dengan tidak sia-sia. Hal baik yang diperoleh dari pembautan karya ini adalah teknik arsir dan blending saya lumayan meningkat dalam pembuatan perspektif”, ungkap Mutiara. “Terima kasih bapak atas terpasangnya lukisan saya di upakarya sala dan yang saya rasakan senang dan bangga karena bisa menyelesaikan karya tersebut dan juga saya bisa memanfaatkan waktu luang saya untuk membuat karya ini”, ungkap Rasya.  Menurut Rasya teknik color teory cukup meningkat yang kemarin 29% dan sekarang 80%. Yang akan saya perbaiki adalah bagian warna jalan, dan perspektifnya”, ungkap Rasya.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *