Apa yang Dilakukan Ditulis

“Tanggal 22 Januari 2024, tepatnya digedung E lantai 3 Universitas Dian Nuswantoro saya Shavira dan perwakilan osis lain mengikuti acara Seminar yang bertema Leadership yang Ideal dengan pemateri langsung dari wakil rektor kemahasiswaan Dr Kusni Ingsih M.M sebagai pemateri utama dan Muhammad Khairul Anam selaku ketua BEM.¬† Seminar dengan tema kepemimpinan yang ideal membekali banyak sekali materi seperti karekteristik seorang pemimpin dan kiat-kiat serta tips dan trik menjadi pemimpin yang baik. Dibekali dengan materi yang telah dipaparkan, saya dapat merasakan adanya perasaan yang sangat related dengan pernyataan dari kedua pemateri tersebut, mengingat posisi saya yang tengah menjadi wakil ketua OSIS periode 2023/2024 jadi materi tersebut sangat membantu saya untuk mengupgrade diri saya menjadi pemimpin yang lebih baik lagi. Setelah dari seminar tersebut kedepannya saya akan membuat formula managerial untuk masa kepemimpinan saya agar tercipta lingkungan kerja yang baik”, ungkap Savira selaku wakil ketua Osis angkatan 33 SMK N 11 Semarang ketika memberikan laporan usai mengikuti seminar.

“Hal yang dapat saya ambil diseminar tersebut dengan tema leadership membahas terkait dengan Kepemimpinan yang ideal yang menjadikan dirinya sendiri tampil dipublik. Menjadi pemimpin itu tidak mudah tetapi dengan mengcreate (berlatih) leadership kita bisa berlatih untuk menjadi seorang pemimpin. Kepemimpinan secara managerial memiliki Character yaitu Pro active, Have Goals , Create Skala prioritas,Think’s win and win menjadi pendengar yang baik, bersinergi untuk menjadi kekuatan yang besar, perintis jalan , pemberdaya¬† dan penengah, mampu mengalokasikan sumber daya yang akan diorganisir. Menempatkan posisi yang tepat dan mampu menyesuaikan diri sangatlah penting. Ada beberapa hal yang disampaikan dalam berkomunikasi yaitu harus luwes, situasional dan tidak otoriter. Benefit setelah mengetahui menjadi pemimpin kita bisa mengerti karakter anggota kita, dan dapat terus belajar dengan critical thinking”, lapor Savira melalui whatsapp.

Laporan yang sederhana ini sudah saya coba untuk dibudayakan kepada pengurus OSIS. Apapun kegiatan yang dilakukan oleh pengurus OSIS, tanpa harus menunggu lama, mereka memiliki kewajiban untuk membuat laporan. Komunikasi itu penting, dan salah satunya adalah komunikasi melalui tulisan. Membiasakan pengurus OSIS untuk membuat laporan secara tertulis setelah melakukan kegiatan, merupakan bagian dari proses meninggalkan jejak digital yang diharapkan akan memberikan manfaat. Dengan membuat laporan yang sederhana, mereka akan bertanggungjawab terhadap kegiatan yang dilakukan. Manfaat berikutnya adalah dengan memberikan laporan secara tertulis tersebut sebagai bukti berupa jejak digital tentang kegiatan-kegiatan yang telah mereka lakukan. Jejak digital inilah yang akan menjadi kenangan.

Laporan tertulis ini juga bagian dari refleksi pengurus OSIS, karena dalam laporan mereka terlatih untuk menuliskan dengan prinsip 5W 1H (when, where, who, what, why and How) serta hal baik apa yang diperoleh dari kegiatan serta apa yang akan dilakukan selanjutnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *