Waspadai Penyakit Spiritual!

Sumber: https://paduarsana.com

Kalau kita tidak memahami penyakit kita, bagaimana kita akan sembuh. Apabila memungkiri dirinya sakit, tidak mengakui bahwa dirinya sakit, bagaimana akan sembuh dari penyakit, karena dirinya saja tidak tahu bahwa dirinya itu sakit. Oleh karena itu kita perlu menyadari tentang penyakit yang ada pada diri kita.  Keuntungan yang terbesar adalah sehat. Keuntungan yang tertinggi bukan materi, tetapi sehat. Kalau kita sedang sehat, justru seringkali kita tidak menghargai kalau kita sehat. Tetapi ketika kita sedang sakit, baru menyadari betapa pentingnya kesehatan.  Ada tiga jenis penyakit yaitu: penyakit fisik, penyakit mental (jiwa) dan penyakit  spiritual.  Seperti apa, penyakit spiritual tesebut? Yuk kita simak cerita berikut ini.

Ada sepasang suami istri yang menghadiri sebuah resepsi pernikahan, dan sang istri bertemu dengan teman sekolahnya dulu. Teman sekolahnya dulu ternyata jauh lebih makmur secara kekayaan menurut ukuran sang istri tersebut. Terlihat dari perhiasan yang dipakainya, mobil yang dikendarainya, pakaiannya yang terlihat mewah dan bermerk. Timbulah perasaan irihati dan sesampai di rumah ia menyampaikan ke suaminya, membujuk suaminya untuk bisa memenuhi permintaannya agar dirinya memiliki perhiasan, pakaian, mobil yang sama atau bahkan lebih dari teman lamanya itu. Sang istri secara fisik sehat, secara mental tidak mengalami gangguan jiwa, namun ia mengalami penyakit.

Cerita lain dari seorang guru. Ketika mengajar sering kali menyebut Budi sebagai contoh karena dipandang memiliki kepandaian yang lebih dibandingkan siswa lainnya. Iwan yang merasa dirinya lebih pandai merasa iri, mengapa bukan dirinya yang sering disebut-sebut oleh gurunya. Kondisi Iwan seperti itu sudah mulai mengalami penyakit. Ketika Budi sering disebut-sebut oleh gurunya dan timbul perasaan bangga dan merasa lebih pintar dari siswa lainnya. Kondisi Budi seperti itu juga dikatakan sedang mengalami penyakit.

Kondisi dimana seorang istri merasa irihati atas kemakmuran temannya, Iwan juga mengalami hal sama yaitu merasa iri terhadap Budi dan Budi merasa lebih pintar dari yang lainnya sehingga timbul kesombongan. Sang Istri, Iwan dan Budi secara fisik sehat, secara mental tidak memiliki penyakit, namun ketiga orang tersebut mengalami penyakit yang disebut penyakit spiritual. Penyakit spritual ini harus diwaspadai, karena bisa menimbulkan penyakit fisik dan mental.  Ketika sang istri timbul irihati terhadap kemakmuran temannya dan timbul keinginan untuk mengikuti polanya, dan ketika keinginan tidak terpenuhi terjadi tekanan mental sehingga berpotensi memiliki penyakit fisik dan penyakit mental. Penyakit spiritual inilah yang perlu diwaspadahi, karena sebagai awal penderitaan.

Keinginan yang tidak sesuai kemampuan kita, itu akan menjadi nafsu keinginan. Keinginan yang sudah menjadi nafsu inilah sebagai sumber penderitaan, karena timbul keserakahan, irihati, kemarahan. Namun ketika kita bisa menyaring, memilih-milih, menyeleksi, melihat dari berbagai sudut terhadap keinginan itu bukan menjadi sumber penderitaan. Ini kesunyataan dan tidak bisa terbantahkan, meskipun sulit dilakukan, bukan berarti tidak bisa kita lakukan.

Mengendalikan diri sendiri merupakan cara mengurangi penyakit spiritual ini. Dengan mengendalikan diri, keinginan akan dapat dikurangi. Mengendalikan diri diawali dengan mengendalikan pikiran, karena semua keinginan yang paling kecil sampai yang lebih kompleks itu pasti diawali dari pikiran. Apapun perbuatan kita diawali dari pikiran kita sendiri. Ketika pikiran semakin bersih, timbul kebijaksanaan. Pikiran yang bersih tidak dapat diperoleh dari mendengarkan ceramah, namun perlu dilatih proses membersihkan kekotoran batin tersebut. Sebab pengetahuan itu akan kalah dengan nafsu keinginan. Belajar dari buku, mendengar ceramah perlu namun tidak bisa diandalkan untuk membersihkan kekotoran batin. Satu-satunya cara adalah berlatih, yaitu waspada terhadap pikiran itu sendiri.  Siapa yang membuat penderitaan, kita sendiri. Siapa yang membuat tidak penderitaan, kita sendiri. Kalau tidak dimulai dari sekarang, maka penyakit spiritual akan semakin kronis, sulit untuk disembuhkan. Meskipun nafsu keinginan belum bisa dihilangkan, namun dapat dikurangi. Tulisan ini akan saya akhiri dengan syair kuno sebagai bahan untuk kita renungkan bersama. Semoga menginspirasi.

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran jahat, maka penderitaan akan mengikutinya, bagaikan roda pedati mengikuti langkah kaki lembu yang menariknya.

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu, pikiran adalah pemimpin, pikiran adalah pembentuk. Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni, maka kebahagiaan akan mengikutinya, bagaikan bayang-bayang yang tak akan meninggalkan bendanya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2 thoughts on “Waspadai Penyakit Spiritual!”

  1. Luar biasa…hal kecil yg akan mendorong anak2 bersemangat dlm menebar benih kebajikan…melihat segala sesuatu dari hal yg positif maka akan menjadi landasan bagi anak2 dlm mengisi hidupnya dng kebajikan…Pikiran adalah pelopor, pikiran adalah pemimpin, jika selalu diawali dng pikiran positif maka kebahagiaan akan mengikutinya…salam berbagi 🫰🫰💪💪

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *