Siapakah Teman Inspirasimu?

Rabu, 13 September 2023, kembali saya bertemu dengan siswa kelas X Animasi 3 di ruang gambar manual. Seperti biasa sebelum mereka masuk pada pelajaran ini yaitu menerapkan konsep warna pada pembuatan gambar bentuk buah, secara bersama-sama melaksanakan kegiatan doa.  Penjelasan awal tentang evaluasi dari kegiatan di minggu yang lalu, sambil mengecek seberapa banyak siswa yang sudah menyelesaikan tantangan-tantangan wajib sebelumnya. Mulai dari tantangan “Siapakah aku” versi tulisan dan versi video, tantangan penerapan garis, tantangan pembuatan mandala sampai pada tantangan pembuatan arsiran yang diaplikan pada pembuatan gambar bentuk buah-buahan. Rasa bahagia, karena di kelas ini hanya beberapa siswa saja yang belum menyelesaikan tantangan-tantangan tersebut, mayoritas sudah mendapakan tanda tangan saya dan mendapatkan respon “GKL” atau “VGKL”. Masih ingat ya, pada tulisan sebelumnya, “VGKL”, itu sebuah singkatan “Very Good Kirim Link”. Respon yang sederhana ini ternyata mampu menggugah semangat siswa untuk menyelesaikan tantangan, bahkan mereka menyebut dirinya sebagai “Pejuang VGKL”.

Usai penjelasan awal ini, kami berhenti sejenak dan langsung berdiri dengan posisi siap tegak, karena pada pukul 07.15, lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Inilah cara kami membangkitkan rasa nasionalisme. Selanjutnya saya memberikan ulasan lanjutan bahwa saya sedang melakukan rekruitmen bagi siswa yang sudah memiliki kemampuan di bidang animasi untuk ikut bergabung  dalam pembuatan komik dan animasi tentang relief Candi Borobudur. Ada satu hal yang saya sampaikan dalam rangka menggugah rasa bangga dengan budaya leluhur. Saya menyampaikan bahwa, di jaman Mataram Kuno, kita sudah memilik para komikus yang handal,  buktinya ada di relief Candi Borobudur. Relief merupakan bukti nyata bahwa komik nusantara sudah ada sejak zaman dulu dan terpahat di batu.

You are currently viewing Relief Kapal di Candi Borobudur

Sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bkborobudur/relief-kapal/

Kebanggan terhadap nilai-nilai budaya yang sudah ada ini akan terus saya alirkan melalui kegiatan pembelajaran dengan harapan dari rasa bangga akan muncul motivasi untuk belajar yang lebih baik agar dapat berkarya yang membanggakan negeri ini.

Usai memberikan motivasi, kembali saya memberikan arahan tentang tantangan selama satu hari ini, yaitu membuat gambar buah dengan penerapan teori warna. Materi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan menerapkan warna, membuat gradasi warna sehingga hasilnya nampak realistis.  Saya mencoba menggali pada siswa bagaimana proses pewarnaan menggunakan pensil warna. Dari proses tanya jawab, akhirnya saya memperoleh gambaran bahwa untuk menerapkan pewarnaan menggunakan pensil warna di kertas, maka dimulai dari warna terang menuju warna yang lebih gelap.

Buah Belimbing  Karya Diyarko

Saya juga menyampaikan contoh gambar yang sudah saya buat agar memotivasi mereka untuk menyelesaikan tantangan secara cermat. Sebelum siswa menyelesaikan tantangan membuat gambar buah, saya mengirim sebuah link dari padlet tentang teman inspirasi:

https://padlet.com/diyarko22/siapakah-teman-yang-menginspirasimu-berilah-penjelasan-hal-p-wgkcych2sbaawa5h

Dari link tersebut saya berikan sebuah pertanyaan, “Siapakah teman yang menginspirasimu? Berilah penjelasan, hal positif apa yang menginspirasi kamu?” Pertanyaan yang sederhana ini bertujuan untuk menggunggah perasaan mereka, agar mengakui bahwa ada teman yang menginspirasi. Teman dalam bahasa sanskerta disebut dengan Kalyana Mitta. Terdapat empat macam sahabat yang dipandang berhati tulus (suhada): yaitu: sahabat penolong (upakaromitto), sahabat pada waktu senang dan susah (samanasukha dukkhomitto), sahabat yang memberi nasehat baik (atthakhayamitto), dan sahabat yang bersimpati (anukampakamitto) (https://id.wikipedia.org/wiki/Kalya-mittata). 

Dalam beberapa menit langsung sudah banyak siswa yang menyampaikan ungkapan tentang teman yang menginspirasi. “Teman yang menginspirasi saya adalah Shafira Aulia Putri. Dia selalu membantu saya dalam kesusahan, selalu giat dalam mengerjakan tugas, memberi saya solusi jika saya bimbang dengan pilihan saya. Serta dia juga seseorang yang gembira dan lucu sehingga saya merasa ikut senang saat dekat dengannya”, ungkap Putri Anindia.

“Saya mempunyai temen yang sangat baik dia bernama Ponia saya terinspirasi dengan ya karena dia memang berbakat sekali saat menggambar sangat bagus, saat saya berteman dengan dia saya merasa sangat senang karena dia sangat baik dia juga selalu menenangkan saya saat saya sedang sedih, kalau saya ada masalah pasti selalu dikasih saran olehnya untuk menyelesaikan, pokoknya sangat baik sekali”, ungkap Sherly.

“Teman yang menginspirasi saya adalah Ahnaf karena dia orang yang tidak banyak bicara dan bicara seperlunya, orang yang menurutku beda dengan siapapun tidak fomo atau ikut ikutan menjaga iman sering memberikan saran yang untuk melakukan sesuatu yang baik, sering mengajak untuk berbuat baik dan beribadah”, ungkap Abel.

“Teman yang menginspirasi saya adalah Abel. Ia adalah orang yang rajin dan memiliki bakat menggambar yang hebat. Ia juga suka merendah terhadap karya orang lain walaupun karyanya lebih bagus dari kebanyakan karya orang lain”, ungkap Julian.

Tidak lupa saya pun mengungkapkan siapa yang hari ini menginspirasi. “Yang menginspirasi saya adalah Bhante Saddayano. Hari ini saya melihat meskipun tidak secara langsung, beliau memperlakukan orang tuanya dengan sangat baik, menunjukkan baktinya yang luar biasa. Beliau pasang story betapa hangatnya beliau bersama biyungnya pada ulang tahun ke 83”, tulis saya di Padlet.

Ungkapan Siswa tentang Siapa teman yang menginspirasi

Cara yang sederhana, namun bermakna. Dengan mengungkapkan siapa yang menjadi teman yang mampu menginspirasi, secara langsung maupun tidak secara langsung siswa belajar menghargai teman kita bahkan untuk menginspirasi yang lainnya. Cara sederhana ini ketika dilakukan secara rutin, maka kehalusan rasa akan terbentuk. Ini adalah bagian dari olah rasa yang sederhana dapat dilakukan. Membangun pertemanan dengan orang lain merupakan kebutuhan setiap manusia, karena kita hidup tidak sendirian dan kita adalah makhluk sosial.

Sambil menemani anak-anak sayapun ikut menggambar juga dan mengamati mereka dalam proses berkarya. Tidak membutuhkan waktu yang lama, ternyata pada pukul 13.00, mereka sudah berani untuk berkonsultasi dan minta tanda tangan saya. Sudah banyak siswa yang hasil karyanya sudah baik dan mendapatkan respon VGKL dan mendapatkan tanda tangan saya.

Alpokat, Karya Airera
Markisa, Karya Septi
Nangka, Karya Mutiara

Terima kasih, anak-anakku, semangat kalian menjadi penyemangat juga untuk saya. Kalian adalah teman yang menginspirasi, karena semangat kalian dalam membuat karya menjadi referensi juga bagi saya untuk membuat karya yang lebih baik lagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *