Pencegahan Pernikahan Dini Tingkatkan Kesadaran Siswa Wujudkan Mimpi

Kamis, 25 Mei 2023, Bidang Kesiswaan SMK Negeri 11 Semarang menyelenggarakan kegiatan seminar tentang pencegahan pernikahan dini dalam rangka meningkatkan kesadaran siswa untuk mewujudkan mimpi. Kegiatan seminar ini merupakan bagian integral dari kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan bagi pengurus OSIS  yang dihadiri pula oleh perwakilan dari organisasi siswa yang ada di SMK Negeri 11 Semarang seperti Tim Penegak Kedisiplinan Cakra  Satya Dewantara dan PMR Wira SMK Negeri 11 Semarang. Kegiatan seminar ini bekerjasama dengan Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM). Bentuk kerjasama ini saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Jurusan Ilmu Komunikasi USM memiliki project pengabdian masyarakat untuk mahasiswanya sehingga mahasiswa tidak hanya belajar secara teoretis di kampus, namun mereka harus belajar pula di masyarakat. Dari pihak SMK N 11 Semarang sebagai tempat penyelenggaraan seminar ini mendapatkan ilmu yang bermanfaat terutama bagi calon-calon pengurus OSIS sebagai pemimpin di masa depannya.

Wildan Faiz sebagai perwakilan mahasiswa merasa berterima kasih terhadap kepala sekolah dan jajarannya karena mendapatkan izin penyelenggaraan seminar ini dengan baik. Kultur keterbukaan yang dibangun membuat para mahasiswa ini dengan leluasa melakukan persiapan, menseting tempat yang bekerjasama dengan pengurus OSIS pada hari sebelumnya. Kegiatan seminar yang dilaksanakan di Joglo Widya Bhakti Sala dibuka langsung oleh kepala sekolah, Drs. Luluk Wibowo, S.ST., M.T. Dalam sambutannya menuturkan bahwa kerjasama ini hendaknya belanjut untuk waktu-waktu mendatang, sehingga ada take and give antara USM dan SMK Negeri 11 Semarang. Kepala sekolah juga mengapresiasi terhadap pengurus OSIS yang sudah aktif bekerjasama mempersiapkan acara ini dalam waktu yang singkat namun mampu terlaksana dengan baik. Ilmu yang diperoleh belum tentu diperoleh oleh siswa lainnya yang jumlahnya sekitar seribu tujuhratusan siswa, sedangkan pengurus OSIS dan organisasi yang jumlahnya 37 siswa mendapatkan kesempatan yang berharga ini. “Jadikan masa mudamu untuk mempersiapkan meraih mimpimu, maka kalian harus tahu bagaimana tentang pencegahan pernikahan dini. Jadikan hal-hal yang positif untuk mengisi hari-harimu”, pesan kepala sekolah dalam sambutannya.

Kegiatan seminar diisi langsung oleh Celvin Syahputra Saragi, sebagai duna genre berencana juara 1 Jawa Tengah. Acara dipandu oleh Zhafira Alya, mahasiswa ilmu komunikasi USM dengan penuh candaan sehingga kegiatan tersebut tidak nampak formal sehingga apa yang disampaikan justru mudah mengena di hati para siswa.

Masa depan bangsa ini yang berbeda generasi muda saat ini. Ketika perkembangan teknologi semakin cepat dengan arus informasi yang membanjiri anak-anak yang hidup di era saat ini membawa pada konsekuensi yang positif dan negatif. Secara positif, jelas teknologi memberikan kebermanfaatan pada efisien dalam bekerja, namun disisi lain perkembangan teknologi yang serba digital ini membawa pada banjirnya arus informasi yang bertubi-tubi, sehingga kemampuan menyaring informasi dibutuhkan effort yang besar. Sayangnya tidak didukung dengan budaya berteknologi yang baik karena kemampuan literasi siswa yang rendah, sehingga dampak negatif lebih banyak mendominasi. Artificial Intelegence (AI) mampu menggiring generasi ini untuk mengakses informasi yang justru merusak moral. Koding-koding di AI mampu menyuguhkan informasi-informasi baru dari media sosial yang sudah pernah diaksesnya. Sekali siswa mengakses pornografi di salah satu situs, dengan perkembangan AI, mereka akan mendapatkan kiriman-kiriman video yang serupa bahkan video yang terbaru sehingga menggiring untuk mengakses dan menjadi ketagihan. Di masa pubertas inilah, ketika kesadaran diri siswa tidak kuat maka akan berpengaruh pada perilaku-perilaku yang mengarah pada pornografi. Dampak lebih lanjut, maka bagi yang perempuan, berpeluang besar akan terjadi kehamilan di usia yang masih muda. Pernikahan dini akhirnya tidak dapat dielakkan dan pupuslan mimpi-mimpi untuk meraih masa depannya yang lebih baik.

Secara lengkap narasumber menyampaikan materi dengan runtut dan mampu menggugah kesadaran siswa tentang pentingnya meraih mimpi masa depannya. Jangan sampai mimpi-mimpinya dipertaruhkan dengan kegiatan-kegiatan yang kurang bermanfaat sehingga gagal untuk diraihnya.

Kegiatan seminar sebagai salah satu materi LDK ini mendapatkan respon positif dari siswa. Zena salah satu pengurus OSIS yang mewakili memberikan refleksi menyatakan: “Yang saya peroleh dari materi tadi yaitu pernikahan dini adalah hal yang seharusnya tidak disebar luaskan ke masyarakat dan hal yang harus kita hindari dan harus kita cegah, selain itu saya mengetahui pernikahan dini bisa dimulai dari mana saja bisa dari teman, orang tua bahkan diri kita sendiri. Sehingga sebisa mungkin kita harus melakukan pencegahan pernikahan dini dengan mengenal tubuh kita,mengenal kita sendiri,dan bisa mengendalikan diri kita sendiri”, ungkap Zena secara rinci. Menurut saya, cara yang efektif untuk menghindari pernikahan dini itu dari kita sendiri seperti mengikuti pentingnya sosialisasi tentang pendidikan seks, dan kemudian yang perlu dihindari agar tidak terjadi pernikahan dini yaitu pergaulan yang ada disekitar kita, seperti yang kita tau bahwa pergaulan di sekitar kita mempengaruhi bagaimana terbentuknya karakter kita, dan yang terakhir selain bisa berdampak buruk bagi kesehatan, pernikahan dini juga berpotensi memicu kekerasan seksual dan pelanggaran hak asasi manusia”, penjelasan Zena lebih lanjut usai mengikuti kegiatan seminar.

Kegiatan apapun yang dilakukan di SMK Negeri 11 Semarang selalu diakhiri dengan refleksi sebagai bentuk budaya dialektika yang paling sederhana. Dari hal kecil inilah, kesadaran diri akan terwujud.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *