Menarasikan Nilai-nilai GSM kepada 40 Kepala SMK di BBPPMPV Seni Budaya

Hari ini, 10 Agustus 2022 kembali ke BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta. Kembali teringat kala itu di tahun 2017 sempat tinggal berbulan-bulan untuk mengikuti program keahlian ganda jurusan Animasi. Setiap sudut tempat untuk berlatihnya para guru vokasi mengingatkan kenangan bersama teman-teman guru, suka dukanya menjadi peserta hingga akhirnya dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat pendidik Animasi.

Lamunanku dikejutkan oleh mas Satpam yang mengarahkan tempat parkir yang sudah disediakan bagi pengisi materi pada pelatihan kepala SMK binaan BBPPMPV Seni Budaya Yogyakarta dari berbagai daerah di nusantara. Begitu ramahnya petugas parkir tersebut dalam mengarahkan ke tempat parkir dan mengantar ke ruang tempat diklat. Ini satu pelajaran yang berarti bagi saya, justru satpam sebagai ujung tombak dalam pelayanan menerima tamu harus sangat ramah. Sudahkah sekolah kita memiliki petugas satpam yang ramah?

Bahagia, saya bisa mengikuti kegiatan yang diselenggarakan olehBBPPMPV Seni Budaya. Meskipun saya mendapatkan jadwal mengisi materi tentang social emotional learning setelah istirahat siang, di pagi itu saya bisa mendapatkan energi tambahan tentang growth mindset dari founder GSM Pak Muhammad Nur Rizal yang mengaduk-aduk alam logika tentang makna pendidikan yang memanusiakan manusia. Dalam uraiannya, Pak Rizal membahas tentang pentingnya guru memerdekakan jiwanya sendiri terlebih dahulu ketika akan mendidik anak-anak bangsa. Merdeka berasal dari kata Mahardhika, yang berarti kelas satu. Sehingga dalam kehidupan ini, apapun pekerjaan harus berada pada kelas satu, tidak ada kelas dua, kelas tiga dan seterusnya. Kenyataannya kita masih mengenal kastanisasi pekerjaan bahkan sampai adanya kastanisasi di dunia pendidikan. Anak-anak kita perlu dikenalkan tentang menghargai pekerjaan apapun. Beliau mencontohkan salah satu penerapan sekolah dasar di Gunung Kidul. Ketika keterbubungan sekolah diciptakan secara harmonis, sekolah justru mengundang asisten rumah tangga sebagai guru tamu.  Dari sinilah, anak-anak diajarkan bagaimana mencuci piring, bagaimana membersihkan pakaian dan sebagainya yang berkaitan dengan pekerjaan asisten rumah tangga. The first thinking dari kegiatan ini adalah agar siswa mampu menghargai pekerjaan apapun yang ada di sekitarnya. Kegiatan ini juga mengajarkan siswa untuk mandiri, sehingga ketika tidak ada asisten rumah tangga, siswa bisa melakukan sendiri. Secara tidak langsung kegiatan ini bertujuan untuk melatih empati, sehingga suatu saat menjadi orang yang sukses dan membutuhkan asisten rumah tangga akan memiliki jiwa empati, karena setiap harinya siswa berkecimpung dengan pekerjaan-pekerjaan tersebut. Banyak hal yang diperoleh dari kegiatan ini, tentang pentingnya growth mindset.

Tibalah setelah jam istirahat saya dan Bu Dyah kepala SMK N 3 Salatiga mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan praktik baik penerapan gerakan sekolah menyenangkan. Saya lebih banyak menyampaikan tentang penerapan social emotional learning. Selama ini, guru cenderung secara tekstual dalam mengajar, padahal ada satu hal yang perlu dilakukan dalam mendidik adalah membawa anak untuk memiliki kebermaknaan dalam hidupnya. Social emotional learning sangat penting bagi anak agar anak mampu mengenali dirinya sendiri, apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya, mampu mengatur dan merencanakan dirinya, memiliki kemampuan sosial dan mampu mengambil keputusan. Bagaimana realisasinya dalam pembelajaran?

Beberapa penerapan social emotional learning yang dilakukan di jurusan animasi SMK N 11 Semarang antara lain pemberian project atau challenge tentang siapakah aku, menata tempat tidur, membersihkan tempat ibadah, orang tuaku pahlawanku dan lainnya. Challenge-chalenge tersebut dikemas untuk mengasah olah rasa, olah pikir dan olah laku, sehingga anak tidak tumpul terhadap perasaannya, bernalar dan merealisasikan dalam kehidupan sehari-harinya.

 

1 thought on “Menarasikan Nilai-nilai GSM kepada 40 Kepala SMK di BBPPMPV Seni Budaya”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *