Memantik Growth Mindset Guru Binaan BBPPMPV BMTI Cimahi

Pagi-pagi, 24 Agustus 2022 pukul 04.30 WIB saya sampai di BBPPMPV BMTI Cimahi yang disambut dengan penuh keramahan oleh Petugas Satpam, bahkan diantar menggunakan sepeda motornya sampaiĀ  wisma Kang Guru, maklum balai besar tersebut tergolong luas hingga mencapai 14 hektar. Meskipun agak lelah, karena perjalanan yang menghabiskan waktu 7 jam menggunakan kereta dari Stasiun Tawang Semarang sampai stasiun Cimahi. Meskipun baru pertama kali berkunjung ke kota tersebut, namun tidak terasa asing. Mungkin karena keramahan orang-orang yang saya temui, sehingga saya merasa dekat dengan daerah tersebut. Meskipun bukan untuk wisata, kedatangan saya ke Cimahi ini untuk hiling batin. Sebuah kebahagiaan sendiri ketika mendapatkan kesempatan berbagi tentang perubahan mindset menuju sekolah masa depan. Kali ini, mendapatkan kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan para guru teknik listrik dan teknik informatika maupun multimedia dan animasi perwakilan dari penjuru nusantara untuk mengikuti kegiatan upskilling.

Sesuai jadwal yang sudah ditentukan oleh panitia, pukul 07.30 WIB saya mulai berkenalan dan membuat kesepakatan kelas. The firts thinking dari kegiatan ini adalah agar peraturan selama 1 hari dalam kegiatan workshop tersebut merupakan buah dari kesepakatan bersama, sehingga peserta menjadi sadar untuk mematuhinya. Sederhana buah dari kesepakatan ini yakni mengubah mode getar pada android, fokus memperhatikan ketika ada siapa saja yang sedang menyampaikan materi atau berpendapat, serta istirahat ketika mendengar adzan dan memberi kode ijin ketika ada kepentingan mendesak. Kesepakatan kelas ini saya perkuat dengan pantikan pertanyaan, apa yang membedakan manusia dan hewan? Yang membedakan adalah adalah kesadaran diri yang hanya dimiliki oleh manusia. Manusia berasal dari kata mano (sanskerta) berarti pikiran. Ketika pola-pola yang dilakukan untuk mengubah perilaku tanpa menggunakan kesadaran diri (pikiran), maka cara-cara tersebut belum dilakukan secara manusiawi.

Setelah kesepakatan kelas dibuat, selanjutnya saya pantik dengan menayangkan sebuah video dari founder Gerakan Sekolah Menyenangkan yaitu Pak Rizal. Dari video tersebut para peserta diminta untuk menuliskan point-point penting yang terungkap dari video tersebut.

Usai video ini ditayangkan beberapa perwakilan guru menyampaikan tentang kesimpulan-kesimpulan yang diperoleh.

Sesi berikutnya adalah berdiskusi tentang social emotional learning yang diawali dengan penayangan sebuah film tentang guru di Thailand.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *