Makna Simbolik Logo OSIS Prayatna Maitri

Bahagia dan haru yang saya rasakan pada hari kemarin, Selasa, 5 Mei 2024, tepatnya pukul 14.00 WIB bisa berkumpul bersama dengan pengurus OSIS Prayatna Maitri diruang O3 SMK Negeri 11 Semarang. Saya (Diyarko) bersama Pak Ranto, Pak Fahmi dan Bu Anita duduk melingkar bersama pengurus OSIS Prayatna Maitri melakukan kegiatan yang bisa dilakukan yakni Circle time. Sebenarnya kami para guru yang mendampingi di bidang kesiswaan ini ingin sekali setara dengan mereka duduk bersama dalam satu lantai, namun ketika kami datang di ruangan itu, mereka sudah duduk bersila melingkar dan di depan sudah disediakan kursi-kursi. Tidak enak rasanya ketika kami harus menggeser kursi-kursi tersebut. Acara circle time ini dilaksanakan dalam rangka pamitan ke pengurus OSIS Prayatna Maitri, karena saya sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan para pembina OSIS secara resmi selesai masa tugasnya. Sudah dua tahun kami menjalankan tugas mendampingi murid-murid dalam kegiatan yang berkaitan dengan kesiswaan.

Dalam kegiatan circle time ini saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada sluruh pengurus OSIS Prayatna Maitri dan permohonan maaf ketika selama mendampingi banyak kesalahan. Dalam circle time ini saya memberikan pesan kepada para pengurus untuk mengingat tentang makna simbolik dari logo OSIS Paryatna Maitri. Saya berpesan agar seluruh pengurus wajib memahami makna simbolik dan mampu merealisasikan dalam tindakan secara pribadi maupun dalam berorganisasi.  Setiap terjadi pergantian pengurus OSIS Prayatna Maitri, maka pengurus baru hendaknya memahami makna simbolik yang terkandung.

Saya mencoba menjelaskan satu demi satu logo OSIS Prayatna Maitri. Logo tersebut berbentuk segi lima yang menggambarkan Pancasila. Makna simbolik yang terkandung ini memberikan pesan agar murid SMK Negeri 11 Semarang memiliki kemampuan olah pikir, olah rasa dan olah laku yang mencerminkan profil pelajar Pancasila. Masuk di bagian tengah, segi lima tersebut memiliki warna dasar biru yang menggambarkan bakti atau kesetiaan.  Murid SMK Negeri 11 Semarang hendaknya memiliki sikap dan perilaku yang selalu berbakti kepada orang tua, kepada guru, masyarakat, bangsa dan negara. Segi lima tersebut dibingkai dengan warna putih yang menggambarkan kesucian.

Di logo tersebut terdapat gambar 8 kelompak bunga teratai dengan warna campuran biru, kuning dan orange. Warna biru sebagai simbol bakti, wakru kuning sebagai simbol kebijaksanaan dan warna orange sebagai simbol semangat. Bunga teratai selalu tumbuh di air dan tidak memilih air yang jernih maupun air yang kotor, namun ia selalu muncul di permukaan dengan warna yang indah.  Hal tersebut memberikan pesan bahwa siswa SMK Negeri 11 Semarang hendaknya tidak terpengaruh oleh bagaimana kondisi lingkungannya, ia harus menunjukkan karakter positif. Ada 8 karakter yang hendaknya dimiliki oleh siswa SMK N 11 Semarang yakni  pandangan benar, pengertian benar, ucapan benar, perbuatan benar, mata pencaharian benar, daya upaya benar, perhatian benar serta konsentrasi benar. Delapan kelompak teratai terebut menggambarkan jalan benar beruas delapan atau hasta arya marga.

Di tengah-tengah kelopak teratai tersebut terdapat gambar pensil yang runcing yang menggambarkan tentang harapan untuk siswa SMK N 11 Semarang memiliki ketajaman dalam berpikir untuk menghasilkan kreativitas. Pensil merupakan alat yang biasa digunakan untuk mendesain yang hasilnya berupa karya yang kreatif.

Di bagian tengah terdapat tiga lingkaran dengan warna cyan, yellow, magenta yang merupakan simbol dari Grafika. Sebelum menjadi SMK N 11 Semarang, sekolah ini bernama SMT Grafika. Tiga lingkaran tersebut menggambarkan bahwa SMK Negeri 11 Semarang hendaknya selalu mengingat sejarah, jangan sampai meninggalkan sejarah.

Di bagian atas kelopak teratai terdapat bentuk gunungan wayang yang melambangkan keberadaan SMK Negeri 11 Semarang di Jawa Tengah. Gunungan menggambarkan tentang manunggaling kawula Gusti, dengan harapan SMK Negeri 11 Semarang selalu dekat dengan Tuhan Yang Maha Kuasa serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya nusantara. Di bagian tengah gunungan terdapat gambar buku berwarna putih, menggambarkan keseimbangan batin.  Siswa SMK Negeri 11 Semarang hendaknya memiliki batin yang seimbang.

Di bagian tengah bawah terdapat tulisan “Prayatna Maitri”. Prayatna berasal dari bahasa sanskerta yang berarti api yang menggambar semangat dan maitri dari bahasa sanskerta yang berarti cinta kasih. Dari dua kata tersebut memberikan harapan agar siswa SMK N 11 Semarang selalu miliki semangat menebar cinta kasih.  Di bawahnya terdapat tulisan OSIS SMK N 11 Semarang, yang menggambarkan identitas Organisasi Siswa Intra Sekolah SMK N 11 Semarang.

Usai memberikan ulasan tersebut, saya selaku wakil kepala sekolah bidang kesiswaan menyampaikan selamat kepada OSIS Prayatna Maitri untuk menjalankan tantangan-tantangan yang baru bersama wakil kepala sekolah bidang kesiswaan yang baru.  Siapapun yang membimbing, siapapun wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, saya berpesan teruslah menebar cinta kasih agar menjadi berkah utama.

Usai saya menyampaikan pesan terhadap OSIS Prayatna Maitri, secara bergantian oleh ketua OSIS angkatan 33 dan 34 serta perwakilan dari 10 bidang menyampaikan pesan dan kesan. Kami benar-benar saling menghargai, saling mencurahkan hal-hal baik yang sudah dilakukan selama ini dan rencana ke depannya. Inilah cara sederhana yang kami lakukan untuk membangun ruang ketiga. Melalui circle time, ruang ketiga dapat tercipta. Semoga menginspirasi.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *