Digital Art tentang Budaya Lokal

Digital Art Karya Adienta

Karya di atas merupakan hasil digital art dari siswa kelas X Animasi yang bernama Adienta. Untuk menghasilkan karya tersebut ia buat diawali dengan sketsa terlebih dahulu dengan sketsa manual, yang dilanjutkan dengan proses tracing, pembuatan line art dan berlanjut dengan proses pemberian warna dasar dan diakhiri dengan detailing secara lebih kompleks dengan pemberian shading sehingga gambar terlihat ada volumenya. Adienta di permulaan menggambar digital art ini membutuhkan waktu sekitar 4 jam, namun jika fokus ia bisa menyelesaikan 2 jam. Hanya bermodal android, Adienta mampu menyelesaikan tantangan ini dengan baik.

Adienta belajar digital art ini karena ada sebuah tantangan yang diberikan pada minggu ini dengan tema budaya lokal. Kebanggaan terhadap budaya lokal yang dimiliki masyarakat Indonesia perlu ditanamkan kepada anak didik kita. Ada indikasi bahwa anak-anak muda saat ini sudah terbuai dengan karakter luar seperti anime, sehingga kebanggaan terhadap budaya nusantara berangsur-angsur terkikis. Kita para guru produktif di jurusan Animasi sering mendiskusikan tentang anak-anak yang tidak mau move on beralih dari karakter anime ke karakter lain dan kita sering menyebut “animesme”. Keprihatinan yang saya alami bertahun-tahun ini menyebabkan kami memfokuskan pada pembuatan gambar-gambar karakter yang bernuansa Indonesia. Seringkali saya menyampaikan di kelas, “Kebanggaan terhadap budaya Indonesia harus dibangun, salah satunya melalui karya seni”.¬†

“Tidak ada rotan, akar pun jadi”, istilah yang sering menjadi inspirasi ketika menghadapi kondisi peralatan yang tidak sesuai ekspektasi. Ketika peralatan komputer tidak memenuhi secara kuantitasnya, akhirnya saya pun mengoptimalkan penggunaan peralatan android yang dimiliki siswa untuk berkarya digital art.

Proses pembelajaran menggunakan android

Meskipun pembelajaran masih menggunakan android, namun mereka tetap antusias  sehingga menghasilkan karya yang menarik.

Karya Yosepta
Karya Rafael
Karya Devia
Karya Kagumi
Karya Bayu
Karya Efata
Karya Naila
Karya Fatimah
Karya Ayu
Karya Salsabila
Karya Rendra

Melalui tantangan membuat digital art tentang budaya lokal ini memberikan dampak yang positif terhadap perubahan kompetensi siswa. “Saya merasa tertantang pak saat saya membuat karya digital ini. Saya melihat teman teman saya membuatnya, lalu saya berpikir “Temen temen aja bisa, aku harus bisa dong” Jadi saya mencobanya. Dan saya bangga bisa menyelesaikan dengan baik. Lagi lagi, saya mendapat pengalaman baru dan tantangan baru. Saya berusaha supaya mendapat hasil yang memuaskan. Walaupun hasil belum maksimal, tapi saya akan terus mencoba dan berusaha sampai saya bertemu dengan kata maksimal, pak. Akhir akhir ini rasa semangat untuk terus belajar lebih besar dari sebelumnya. Saya ingin orang tua bangga atas apa yang saya capai, walaupun saya masih harus terus belajar lebih lagi”, ungkap Kagumi. Kagumi merasa bahwa dari tantangan ini membuat dirinya semakin bangga dengan budaya nusantara. “Bangga sekali pak, saya bangga kepada Bangsa Indonesia karena memiliki beragam kebudayaan dan patut untuk di lestarikan”, ungkap Kagumi.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *