Belajar Coaching untuk Supervisi Akademik

Royalty-Free (RF) Supervisor Clipart Illustration by toonaday - Stock Sample #1048728
https://www.illustrationsof.com/1048728-royalty-free-supervisor-clipart-illustration

Supervisi akademik merupakan upaya membantu guru-guru dalam mengembangkan kemampuannya untuk mencapai tujuan pembelajaran. Dengan ini berarti esensi supervisi akademik itu sama sekali bukan menilai untuk kerja guru dalam mengelola proses pembelajaran, melainkan membantu guru mengembangkan kemampuan profesionalnya. Namun kenyataan yang selama ini ketika akan disupervisi oleh supervisor justru menjadi campur aduk, ada rasa gelisah, rasa takut dan segudang perasaan tidak enak. Mungkin ini karena di dalam pikiran kita sudah terpatri bahwa supervisi adalah kegiatan menilai pembelajaran kita. Jika dirunut lebih mendalam tentang supervisi akademik sebenarnya merupakan salah satu tugas pokok dari kepala sekolah. Sesuai dengan kurikulum baru dengan paradigma pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik, maka kepala sekolah harus merubah mind set-nya dalam melaksanakan supervisi dengan metode coaching dengan salah satu prinsipnya bahwa guru adalah mitra yang setara.  Supervisi ini bukan lagi memberikan penilaian, namun bagaimana upaya supervisor mampu mengoptimalkan atau meningkatkan potensi yang dimiliki guru dalam proses pembelajaran atau memantik guru agar dengan kesadaran dirinya untuk memperbaiki apa yang dianggap masih kurang.

Saya bersyukur mengikuti kegiatan calon guru penggerak sehingga mendapatkan kesempatan untuk belajar mempraktikkan supervisi akademik terhadap teman guru dengan metode coaching. Ada tiga tahapan yang dilakukan dalam supervisi akademik ini yaitu wawancara pra observasi, tahap observasi dan pasca observasi.

Tahap Pra Observasi

Senin, 15 Januari 2024, saya dapat melakukan proses wawancara terhadap salah satu teman guru yang bernama Pak Taufiqul Qoir, seorang guru pengampu Bahasa Jawa yang saat ini sedang mengikuti Pendidikan Profesi Guru dalam Jabatan. Di dalam tahap pra observasi ini saya melakukan wawancara terkait dengan tujuan pembelajaran yang akan dipraktikkan pada saat observasi. Setelah saya melihat modul ajar yang dipakai, ada tiga tujuan pembelajaran yakni: 1) siswa mampu membedakan jenis-jenis informasi yang akutar dari membaca teks pawarta secara mandiri; 2) siswa mampu menulis pawarta sesuai arahan atau pesan yang akurat dari teks pawarta secara baik; dan 3) siswa mampu membagikan pawarta di media sosial. Dari tujuan yang ingin dicapai ini menggambarkan ada sebuah inovasi baru dalam pembelajaran bahasa Jawa yang akan dilakukan oleh Pak Taufiq. Saya justru baru menemui cara-cara pembelajaran yang saya prediksi menarik, karena dikemas secara kekinian dengan melibatkan media sosial untuk mempostingnya.

Percakakapan saya lanjutkan tentang pertanyaan berkaitan dengan area pengembangan yang akan dicapai dalam pembelajaran nantinya.  Pak Taufiq memberikan penjelasan bahwa ia akan menerapkan pembelajaran project based learning dengan media kahot dan microshet serta menggunakan media sosial untuk mengunggah hasil project pembuatan teks pawarta. Terlihat dari percakapan ini saya semakin tertarik  dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Penggunaan media yang kekinian dan model project based learning yang pada umumnya dipakai pada pembelajaran di kejuruan, namun Pak Taufiq akan mengemasnya melalui model tersebut pada pembelajaran bahasa Jawa.

Semakin tertarik dengan apa yang akan dilakukan saat pembelajaran, membuat saya semakin bertanya-tanya tentang strategi yang akan digunakan dalam pembelajaran. Dari percakapan tersebut Pak Taufiq ternyata sudah mempersiapkan secara matang dalam pembelajaran yang akan dilakukan pada tanggal 22 Januari 2024 dan 26 Januari 2024. Ada beberapa strategi yang dipersiapkan antara lain: media kahot dan microshet, lembar observasi kebutuhan, modul ajar, bahan ajar, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), seperangkat assesment, internet dan proyektor. Dari percakapan ini saya semakin penasaran dengan apa yang akan dilakukan dalam pembelajarannya nantinya. Hasil catatan pra observasi dapat dilihat melalui link: Pra observasi

Tahap Observasi

Pada tanggal 22 Januari 2024 dan tanggal 26 Januari 2024, proses observasi pembelajaran. Kegiatan ini juga bersamaan dengan kegiatan PPL Siklus 2 pada PPG dalam Jabatan yang sedang dilaksanakan oleh Pak Taufiq.

Catatan selama observasi dapat dilihat melalui link: Observasi

Tahap Pasca Observasi

Di dalam tahap pasca observasi ini, saya melakukan proses coaching. Saya melakukan catatan refleksi guru dengan bertanya tentang hal baik apa yang sudah dicapai dalam pembelajaran yang sudah dilakukan Pak Taufiq. Dalam percakapan ini Pak Taufiq menyampaikan tentang hal baik yang dicapai adalah siswa semakin menjadi tahu tentang proses membuat pawarta atau berita bahasa Jawa, mampu mendesain secara menarik dan membagikan ke media sosial. Di samping itu ada motivasi yang tinggi dari siswa setelah mereka menggunakan media kahot. Pak Taufiq juga menambahkan tentang hal baik lainnya yaitu siswa mampu menerapkan atau mengaplikasikan ilmu di jurusan DKV pada produk desain teks pawarta bahasa jawa yang diunggah di instagram.

Pertanyaan coaching semakin mendalam secara powerfull saya lakukan. Saya menanyakan tentang hal apa yang masih dirasa kurang dari pembelajaran yang sudah dilakukan. Pak Taufiq memberikan penjelasan tentang kekurangannya terkait dengan internet, karena belum tentu siswa memiliki kuota untuk mengakses menggunakan internet. Di samping itu ada hal yang belum siap dalam pembelajaran terutama dalam menguasai pembuatan desain.

Selanjutnya saya memantik pertanyaan yang lebih powerfull. “Apa yang akan dilakukan selanjutnya untuk mengatasi kekurangan tersebut?”. Dari hasil wawancara diperoleh gambaran bahwa Pak Taufiq akan mempersiapkan kuota atau berkomunikasi dengan admin internet. Bahkan Pak Taufiq menjadikan peluang untuk berperilaku empati, dimana siswa yang memiliki kuota dapat berbagi. Selanjutnya terkait dengan siswa yang belum siap atau belum menguasai dalam pembuatan desain teks pawarta akan dilakukan pendampingan khusus melalui mentoring. Sebuah rencana tindak lanjut yang menarik dan dapat memantik jiwa empati bahkan dapat menurunkan bulying. Catatan hasil wawancara pada tahap ini dapat dilihat melalui link: Hasil Catatan Pasca Observasi

Refleksi Kegiatan

Dari proses coaching untuk supervisi akademik tersebut saya merasakan ada hal baik yang diperoleh antara lain: tumbuhnya kesadaran diri dari coachy untuk melakukan pembelajaran yang lebih baik, terbukti dari adanya kesadaran diri untuk memperbaiki proses pembelajaran selanjutnya. Selain memperhatikan sumber daya yang ada seperti keberadaan internet dan akan memberikan kegiatan mentoring untuk membantu siswa-siswa yang masih kurang kemampuannya dalam membuat desain teks pawarta yang akan diunggah di media sosial. Saya merasakan bahwa melalui coaching ini ada tahapan yang sudah saya anggap baik yaitu memberikan pertanyaan pemantik yang powerfull. Ada hal yang masih perlu diperbaiki yaitu saya merasa belum dapat memberikan pertanyaan yang dapat menggali potensi guru serta hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *