Membangun Kreativitas Asset Digital Tema Kucing

Selama hari Senin, 20 Mei 2024 sampai hari Rabu, 22 Mei 2024, pembelajaran mata pelajaran Dasar-dasar Animasi lebih difokuskan pada membangun kreativitas asset digital tema kucing. Saya bersama Pak Taufiq sebagai pengampu pelajaran tersebut memutuskan untuk mengambil tema pembuatan gambar-gambar ilustrasi kucing dengan ketentuan ukuran 1banding 1 dengan resolusi minimal 2000 pixel. Kegiatan pembelajaran ini bertujuan untuk melatih murid-murid kelas X Animasi sebagai kontributor pada market place seperti adobe stock, sutterstock yang berlevel internasional.

Mengapa memilih market place tersebut? Sebagai analoginya, ibarat kita menjual barang, ketika barang sudah terjual, maka barang tersebut sudah tidak menjadi milik kita lagi, karena sudah digantikan dengan ditukar dengan mata uang yang disepakati. Ketika kita memberikan layanan jasa pembuatan gambar dimarket fiver misalnya, maka pihak pemesan sudah membayar jasanya melalui fiver, maka hasil karya sepenuhnya sudah menjadi hak milik pemesan. Berbeda dengan adobe stock, sutterstock maupun threadless, ketika kita memposting karya di market tersebut, selamanya akan menjadi milik kita, meskipun orang sudah mendownload dengan membayar sejumlah uang sesuai dengan harga yang ditetapkan. Itulah kelebihan asset digital yang dipublish di market place tersebut dan pemilik akun akan mendapatkan royalty atas karya tersebut.  Semakin banyak yang mendownload, semakin banyak pula cuan yang akan mengalir.

Untuk masuk pada proses diterima di market tersebut ada ketentuan yang harus dipenuhi. Murid-murid kelas X Animasi tersebut sudah diajarkan tentang syarat dan ketentuan gambar yang memenuhi syarat. Laku atau tidak laku, yang penting sudah bisa masuk di marketplace, sehingga memiliki peluang untuk laku. Agar dapat laku, maka kreativitas karya harus dipenuhi. Ajaran Ki Hajar Dewantara tentang Tri N (niteni, nirokake, nambahi) sangat relevan untuk mencapai kreativitas tersebut.

Murid sulit akan mencapai kreativitas tanpa ada contoh-contoh yang riil yang sudah laku di marketplace.  Dari contoh-contoh tersebut murid saya minta untuk menganalisis, ciri-ciri apa saja sehingga karya tersebut laku keras di marketplace. Jangan salah, jika bidang seni itu jauh dari analisis. Justru bidang seni itulah membutuhkan analisis yang tajam untuk menghasilkan kreativitas. Pada proses ini saya lebih banyak memberikan contoh-contoh dari sebuah akun intagram dari Dina Prasetyawan yakni https://www.instagram.com/kookylove77. Pemilik akun ini sudah memiliki penghasilan sekitar 20 juta setiap bulannya dari asset digital yang dipublish di Threadless, sehingga layak untuk acuan contoh-contoh untuk murid-murid kami.

Murid-murid saya minta untuk melihat beberapa karya Mas Dina Prasetyawan yang terkait dengan tema kucing. Merekasaya minta untuk mencermati dan memilih salah satu karya yang paling menarik. Proses ini disebut dengan niteni. Selanjutnya murid saya minta untuk merancang karya yang serupa namun berbeda atau dari satu karya tersebut, mereka saya minta untuk menuangkan ide barunya. Proses ini disebut dengan nirokake dan nambahi.

Megatron The Loaf Karya Donatus Nuga

Donatus Nuga mampu berkreasi dengan menggabungkan antara roti dan kucing.

“Cat tus”, karya Ayudini Maulida

Ayudini mampu membuat karya dengan menggabungkan kucing dan kaktus. Ia juga memberi nama karya tersebut cat tus.

Karya Dimas Arya

Dimas Arya mampu membuat karya menggabungkan antara kucing dan kepompong.

Karya Putri Vanesa

Masih banyak karya-karya lain yang menarik dan kreatif. Hal ini karena proses pembelajaran yang dikawal dengan menekankan pada Tri N (niteni,nirokake,nambahi) yakni memperhatikan contoh-contoh,berusaha menirukan namun harus ada yang ditambahkan atau dikreasikan.

“Love cat”, karya Rahma Hanum
“Couple cat”, karya M. Nabil
“Cat Piano”,karya Kelana
“Familiy Cat”,karya Alfina Zahra
Karya Ghefira

Bagaimana menurut pembaca, hal apa yang menarik dari karya-karya kelas X Animasi di SMK N 11 Semarang? Apa yang dirasakan dan hal baik apa yang dapat diambil dari bacaan ini?

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *