Guru Seperti Pengukir

“Serupa seperti para pengukir yang memiliki pengetahuan mendalam tentang keadaan kayu, jenis-jenisnya, keindahan ukiran, dan cara-cara mengukirnya. Seperti itulah seorang guru seharusnya memiliki pengetahuan mendalam tentang seni mendidik, Bedanya, Guru mengukir manusia yang memiliki hidup lahir dan batin.” (Ki Hajar Dewantara). Tulisan tersebut benar-benar menohok perasaan saya dan menjadi bahan refleksi pada diri saya sendiri […]

Guru Seperti Pengukir Read More »

Pengelolaan Kelas untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid yang Berbeda-beda

Bagaimana seorang guru dapat mengelola kelas dan memenuhi kebutuhan belajar murid-muridnya  yang berbeda-beda? Sebuah pertanyaan yang memantik saya untuk berpikir lebih mendalam.  Pertanyaan ini membuat saya mengingat kembali di saat tahun 2019 dan saat itu kurikulum merdeka ini belum saya kenal. Saya mulai mengenal tentang Gerakan Sekolah Menyenangkan yang saat itu saya mengenal tentang filosofi

Pengelolaan Kelas untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid yang Berbeda-beda Read More »

Selamat Jalan Pak Pristiadi Utomo

Kamis, 19 Oktober 2023, SMK Negeri 11 Semarang kehilangan satu guru. Pak Pristiadi Utomo, seorang guru Fisika, IPA, penulis Buku Fisika di Penerbit Erlangga meninggal dunia. Di masa pengabdiannya di SMK Negeri 11 Semarang, saya sangat mengenal beliau bahkan menginspirasi saya untuk terus menulis. Beliau termasuk guru yang cerdas dalam pemikirannya, pengetahuan tentang fisika tidak

Selamat Jalan Pak Pristiadi Utomo Read More »

Kunjungan Pameran Buku: Tantangan bagi Pengurus OSIS

Berliterasi merupakan kunci dari pengetahuan dan olah pikir. “Buku merupakan jendela dunia”, merupakan istilah yang masih relevan di era saat ini.  Di tengah laju perubahan digital, sejumlah negara maju di Eropa justru memutuskan untuk kemabli ke buku  dan teks cetak, serta membiasakan murid untuk menulis tangan. Metode yang oleh sebagian masyarakat global dianggap jadul inilah

Kunjungan Pameran Buku: Tantangan bagi Pengurus OSIS Read More »

Membangun Budaya Positif Melalui Peka Lingkungan

Di sebuah desa yang asri dan sejuk, hiduplah para petani yang selalu merawat tanaman. Dengan penuh kasih sayang, petani tersebut membuat kondisi tanahnya tetap mengandung air yang cukup, mengandung pupuk dan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, setiap hari menengok tanaman yang telah disemainya, disingkirkan rumput-rumpu atau gulma yang mengganggunya, memotong dahan-dahan tumbuhan lain yang

Membangun Budaya Positif Melalui Peka Lingkungan Read More »

Membangun Budaya Positif di Sekolah

Membangun budaya positif di sekolah merupakan sebuah keniscayaan yang hendaknya dilakukan oleh seorang guru, karena guru diibaratkan sebagai petani yang akan terus merawat tanaman dengan memberikan ekosistem yang cocok dengan tanaman tersebut. Dalam filosofi Ki Hajar Dewantara, seorang guru hendaknya berhamba pada sang murid, artinya guru harus mampu mengetahui apa yang menjadi kebutuhan murid, mengetahui

Membangun Budaya Positif di Sekolah Read More »

Pencegahan Bullying Melalui Morning Sharing di Padlet.com

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan perlu mendapatkan perhatian guru untuk melakukan langkah-langkah nyata upaya pencegahan. Usaha preventif jauh lebih penting sehingga meminimalisasi dan tidak memberikan ruang gerak terjadinya tindakan kekerasan. Ada tiga dosa besar yang seharusnya tidak terjadi

Pencegahan Bullying Melalui Morning Sharing di Padlet.com Read More »

Tanpa Diminta Siswa PMR Peka Lingkungan

“Sungguh saya terharu dan salut dengan anak-anak PMR kelas X.  Saya memvideo dari balik jendela karena kaget. Siang-siang panas banget kok tiba-tiba ada anak menyapu, tanpa disuruh sama sekali”, ungkap Bu Damma pembina PMR. Sebuah ungkapan yang tulus dari seorang guru yang merasa bahagia ketika melihat anak didiknya melakukan sesuatu tindakan yang baik, bukan karena

Tanpa Diminta Siswa PMR Peka Lingkungan Read More »