Project Riil: Pembelajaran yang Menyenangkan

Penerapan pembelajaran berdiferensiasi dibutuhkan kreativitas guru dalam mengelola kegiatanya. Kolaborasi antar mata pelajaran bisa menjadi salah satu solusinya sehingga setiap anak tidak terlalu terbebani dengan tugas-tugas yang begitu banyak. Ketika satu project riil yang dilakukan, dapat mengakomodasi beberapa mata pelajaran untuk bergabung di dalamnya. Kali ini anak-anak yang sudah menjadi mentor animasi 3D, mendapatkan tantangan berupa membuat project bersama Pak Ronald yaitu sebagai tim arsitektur SMK Negeri 11 Semarang. Tim ini mendapatkan tantangan untuk membuat desain modeling 3D wajah-wajah gedung di SMK N 11 Semarang untuk diubah menjadi bertingkat 2. Gedung-gedung yang masing berlantai satu didesain ulang untuk dibuat 2 lantai. Sebelum siswa mendesain ulang gedung-gedung tersebut, siswa melakukan proses pengukuran ulang sehingga dapat menjadi pedoman dalam membuat modeling 3D.

Farel Mengukur Objek yang akan dimodeling
Sabiela Mengukur tinggi bagian gedung yang dibuat desain modifikasi
Faiz sedang mengukur lebar lantai
Maulana dan Nafi Mengukur jarak kedua gapura

Ketika melakukan pengukuran ini, tidak semua dapat dijangkau oleh alat ukur sehingga siswa tersebut harus menerapkan materi matematika untuk melengkapi datanya. Seperti yang dilakukan Salvia ia menggunakan konsep phitagoras untuk menentukan panjang sisi miring dari sebuah bangunan.

Hasil analisis perhitungan dan gambar denah awal oleh Salvia

Dari data hasil pengukuran selanjutnya siswa membuat modeling 3D menggunakan blender di ruang 3D. Keterampilan siswa dalam menggunakan software blender diterapkan untuk membuat desain gedung-gedung.

Faiz membuat modeling 3D gedung E
Maulana Zaky membuat modeling 3D desain bangunan

Semua siswa yang telibat dalam project riil ini merasa tertantang untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan pihak sekolah. Bukan sebuah tugas yang sering kali menjadi beban bagi siswa, namun justru tantangan ini yang membuat mereka semangat untuk menyelesaikan. Bukan perkara uang ataupun gaji, namun mereka menjalankan pekerjaan ini karena ada sebuah tantangan yang berbeda dengan tugas-tugas yang ada di kelas. Inilah yang membedakan antara project riil dengan tugas-tugas lainnya. Project riil ini benar-benar membutuhkan kemampuan kerjasama, menerapkan keterampilan yang diperoleh sebelumnya bahkan melakukan inovasi-inovasi. Meskipun siswa animasi ini berbeda dengan perancangan gambar bangunan, namun kemampuan membuat modeling 3D ini dibutuhkan kemampuan ke arah itu. Kemampuan di bidang arsitektur juga menjadi bagian tak terpisahkan ketika menyelesaikan project ini.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *