Belajar Menjadi Arang Pendidikan

“Jadilah arang, ketika terbakar akan menularkan cahaya api dan kehangatannya ke arang di sekitarnya. Dan ketika anda mati menjadi arang, maka akan ada arang atau orang lain yang akan meneruskan perjuangan anda” (Muhammad Nur Rizal, Ph.D)

 

Sebuah ungkapan yang disampaikan  oleh Founder Gerakan Sekolah Menyenangkan yang selalu menginspirasi saya untuk mengikuti jejaknya. Gerakan Sekolah Menyenangkan selalu mengajarkan bagaimana seseorang menjadi arang, ketika terbakar akan menularkan cahaya api dan kehangatannya ke arang di sekitarnya.  Tanggal 29 Oktober 2022, tepatnya di SMK Negeri 1 Gelumbang, sebuah SMK bidang pertanian yang memiliki kurang lebih 100 guru, akhirnya saya bisa belajar menjadi arang. Meskipun saya tidak tahu, apakah arang tersebut mampu menularkan cahaya api dan kehangatan bagi para guru di sekolah tersebut. Semoga saja bisa.

Kedatangan saya disambut baik oleh Kepala Sekolah yang visioner, Pak Burhanudin. Ternyata beliau sudah mengikuti kegiatan workshop Gerakan Sekolah Menyenangkan di Yogyakarta dan saat itu yang menjadi narasumbernya adalah Pak Rizal, Bu Novi dan saya yang mengisi di hari terakhir tentang best practice pembelajaran yang menyenangkan. Saya awali kegiatan ini dengan menyampaikan tentang teori otak untuk membuka cakrawala baru yang melandasi mengapa sekolah perlu membentuk ekosistem yang menyenangkan. Ditambah dengan penayangan video teori otak mampu mengaduk-aduk rasa yang berdampak pada kesadaran diri. Dari penyampaian salah satu guru menyatakan bahwa selama ini mengalami salah arah dalam mendidik.

Usai diskusi tentang teori otak sebagai landasan tentang pentingnya ekosistem yang menyenangkan di sekolah, saya lanjutkan dengan diskusi tentang social emotional learning. Di dalam kegiatan ini saya awali menayangkan film tentang seorang guru. Usai penayangan ini, saya meminta beberapa guru untuk menyampaikan siapa yang menjadi guru favoritnya. Salah satu guru ternyata menyampaikan bahwa guru favoritnya adalah Bu Nely dan beliau adalah guru di SMK Negeri 1 Gelumbang. Ketika menyampaikan, guru tersebut tidak mampu menahan air mata, begitu harunya dan Bu Nely pun ikut tidak kuat menahan air mata, sehingga mereka berdua saling berpelukan. Ada sebuah kesadaran diri betapa pentingnya menjadi seorang guru yang dirindukan muridnya.
Workshop GSM di SMK N 1 Gelumbang Sumatera Selatan
Dalam diskusi tentang social emotional learning (SEL) ini, saya berikan tentang contoh-contoh penerapan SEL dalam pembelajaran, mulai dari challenge siapakah aku yang memberikan tantangan bagi siswa untuk mengenali dirinya sendiri, tantangan membersihkan tempat tidur, tantangan sosial membersihkan tempat ibadah, membuat WPAP tokoh keluarga yang paling menginspirasi, orang tuaku pahlawanku dan lain-lainnya. Dari penerapan SEL diharapkan mampu membuka wawasan yang lebih riil dalam pembelajaran yang bisa ditiru dan dimodifikasi sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing.
Pada sesi akhir para guru saya ajak untuk berkolaborasi membuat rancangan pembelajaran dengan mengkolaborasikan antar mapel. Dari kegiatan ini diperoleh rancangan yang menarik untuk bisa diterapkan. Itulah kegiatan yang saya lakukan untuk belajar menjadi arang pendidikan.

2 thoughts on “Belajar Menjadi Arang Pendidikan”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *