Project Riil Solusi Percepat Kompetensi

Karya Skolastika Larisa

“Pak Di, portofolio sudah saya kirim ke Kak Yusuf, hari ini akan diberi SOP kerja”, sebuah pesan masuk dari Skolastika melalui whatsapp. “Puji Tuhan, kamu fokus ke pekerjaan ya nok”, jawab saya melalui whatsapp pula. Ada kebahagiaan sendiri ketika mendapatkan berita ini. Kemarin saya mendapatkan informasi dari Ayudia siswa kelas XII Animasi yang sudah hampir 6 bulan ini mengikuti project di RAY Studio, bahwa studio tersebut membutuhkan siswa yang memiliki kemampuan animate atau coloring. Informasi ini langsung saya informasikan kepada siswa yang dipandang memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Skolastika merupakan siswa kelas XI Animasi yang berusaha mengirim portofolio dan dinyatakan diterima. Beberapa jam kemudian, Serenade dan Skolastika menghadap saya dan Ketua Jurusan Animasi yang menyampaikan bahwa dirinya juga diterima untuk mengikuti project industri.

Karya Serenade

Kedua gambar di atas merupakan bagian dari portofolio yang dikirim oleh Skolastika dan Serenade untuk mengikuti project industri di RAY Studio. Studio animasi yang dikelola oleh Mas Yusuf ini sudah mengerjakan project animasi yang melibatkan siswa Animasi SMK N 11 Semarang, salah satunya adalah Ayudia.

Project industri merupakan sebuah kegiatan project yang dikelola industri yang melibatkan siswa. Siswa yang bisa masuk adalah siswa yang sudah mengikuti magang dan dari project industri ini siswa mendapatkan gaji.  Tujuan dari project industri ini adalah memperdalam dan mempercepat kompetensi. Hal ini mendukung prinsip kurikulum merdeka yaitu sederhana tapi mendalam.

Ada beberapa siswa animasi yang setelah selesai magang melanjutkan project industri antara lain Bintang Raysa di Pickolab, Reynaldi, Adwa Naila, dan Zaenal Mochtar di Rans Animation, Zefanya di Taman Media, Ayudia di RAY studio, Riquel dan Alvito di Brownbag Film Bali serta Ifan Rizky di Infection.

Project industri merupakan salah satu program kerjasama antara jurusan Animasi dengan pihak industri yang memberikan kesempatan siswa untuk memperdalam kompetensi dengan project riil. Kegiatan ini dilaksanakan di industri untuk mengatasi pula kekurangan peralatan yang dimiliki sekolah. Program ini dibutuhkan kurikulum yang fleksibel. Ketika siswa memperdalam kompetensinya di industri, maka perlu dukungan dari para guru di kelompok normatif adaptif berupa kelonggaran dalam penugasannya, atau lebih merdeka lagi siswa yang diterima project industri ini bisa menggantikan semua mata pelajaran di kelas, karena project ini tidak hanya belajar hardskill namun diperlukan kemampuan softskill seperti komunikasi, kejujuran, kerjasama, kedisiplinan dan tanggungjawab. Kompetensi ini belum tentu diperoleh di ruang yang hanya dibatasi empat dinding kelas.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *