Membuka Lebar-lebar Pintu Kebahagiaan (Cerita di Balik PPDB)

Haru yang kami rasakan, melihat senyuman dari gadis Nusa Tenggara Timur yang di menit-menit terakhir pengajuan akun pendaftaran peserta didik baru di SMK N 11 Semarang. Hari ini, 26 Juni 2023, seorang gadis dari Kabupaten Sika Nusa Tenggara Timur berhasil mendaftarkan dirinya mengikuti seleksi penerimaan peserta didik baru. Beberapa minggu yang lalu, gadis ini terbang dari NTT menuju kota Semarang atas rekomendasi dari SOS Children’s Vilage dari Flores NTT. Gadis itu bernama Maria Matilda Merryati, yang disapa Matilda. Ia lahir di Hale, Kabupaten Sika, NTT tahun 2005. Beberapa tahun yang lalu, gadis ini usai menamatkan SMP swasta di Lero Hae-Hebing, Sika NTT tidak bisa melanjutkan ke jenjang berikutnya. Karena kondisi perekonomian dari orang tuanya, menyebabkan ia harus membantu kedua orang tuanya di desanya untuk bertani. Menurut penuturan Pak Alfons Rosaria, yang bertugas sebagai ayah dari Panti Asuhan SOS Children’s Vilage di Kota Semarang, gadis ini direkomendasikan untuk belajar di kota Semarang untuk mengubah nasibnya untuk mengikuti pendidikan yang lebih layak.

Perjuangan untuk mendapatkan sekolah negeri, tidak semudah yang ia bayangkan. Beberapa hari yang lalu, ia mendaftar lewat jalur anak panti asuhan, namun lagi-lagi terkendala oleh data yang tidak masuk diĀ  data base Dinas Sosial. Ketika mau melalui jalur prestasi, jelas gadis ini tidak bisa terakomodasi karena nilainya yang rendah. Akhirnya kami sarankan untuk mengikuti jalur ATS (Anak Tidak Sekolah). Setelah melengkapi syarat-syarat keterangan ATS dari kelurahan setempat yang harus diupload, ia kembali ke SMK N 11 Semarang. Muncul permasalahan lagi, yaitu belum memiliki surat keterangan nilai rapport. Atas arahan ketika rapat melalui zoom bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, beberapa hari yang lalu, ia perlu dibuatkan berita acara sebagai pengganti surat keterangan nilai raport. Dengan kejar-kejaran dengan waktu pengajuan akun yang semakin mendekati pukul 13.00, akhirnya berita acara bisa kami selesaikan. Bahagianya lagi ketika melihat teman-teman operator yang sangat welcome menerima gadis tersebut untuk dilayani dalam penerimaan peserta didik baru. Bu Selfi yang dengan totalitas melayani dengan meminta tanda tangan kepala sekolah, Bu Dyah Novita yang melayani pengajuan akun, verivikasi sampai proses pendaftaran online.

Setelah selesai pendaftaran dan namanya tertera pada jurnal pendaftaran, Pak Alfons meminta gadis tersebut melihat sendiri daftarnya. Keceriaan dan kebahagiaan terpancar dari wajahnya yang khas gadis Nusa Tenggara Timur. “Terima kasih, atas pelayanan yang luar biasa dari SMK N 11 Semarang, semoga menjadi ladang amal kebaikan bagi bapak/ibu guru yang bertugas di PPDB ini”, ungkap Pak Alfons sembari berpamitan. Kami pun ikut berbahagia, semoga pelayanan ini menjadi ladang kebaikan bagi kami. Kegiatan ini sebagai wahana belajar untuk membuka lebar-lebar pintu kebahagiaan. Semoga Matilda dapat diterima di SMK N 11 Semarang untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. Aamiin.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *