Mas Taufiq: Lakukan Project Film Bahasa Jawa

Seorang guru bukan hanya sebagai pengajar yang mengisi segudang materi, namun justru yang paling penting adalah mampu sebagai edukator. Edukator berasal dari kata educare yang  mengeluarkan segala potensi yang ada pada anak didiknya. Potensi yang bermacam-macam dari setiap individu hendaknya mampu digali, dikeluarkan, dituntun sehingga mampu mencapai versi terbaiknya masing-masing. Tidak kalah penting dari pembelajaran yang dilakukan oleh seorang guru adalah ketika mampu membuat anak didiknya bekerja secara berkelompok, bukan hanya mampu bekerja secara individu. Seorang manusia memiliki kecerdasan sosial hendaknya mampu dikembangkan dengan baik, hanya saja dalam pembelajaran memnfasilitas anak didiknya untuk bekerjasama dengan baik masih sering terabaikan. Seorang manusia yang memiliki bermilyar-milyar sel di dalam otaknya, sering kali kalah kemampuan kolaborasinya dibandingkan dengan semut yang hanya memiliki sel otak sekitar 12 ribu. Miris bukan?

Bersyukur di SMK Negeri 11 Semarang saya berteman dengan seorang guru muda, guru bahasa Jawa yang memiliki kemampuan IT yang bagus. Meskipun ia sibuk membantu bidang kekurikuluman, namun ketika melaksanakan pembelajaran, guru yang satu ini mampu melatih anak didiknya membuat film dalam bahasa Jawa. Sebuah terobosan yang luar biasa. Mas Taufiq, sering saya menyapa guru muda ini. Dengan kemampuannya di bidang IT dan ia kolaborasikan dengan mata pelajaran bahasa Jawa, mampu membuat pembelajaran semakin asyik. Pembelajaran bahasa Jawa berbasis project, dimana kelas dibagi menjadi beberapa kelompok dan setiap kelompok diberi kesempatan untuk membuat film pendek. Dari kelompok-kelompok inilah, peserta didik diajarkan dan langsung mempraktikkan bagaimana mengelola kelompok secara efektif. Ketika membuat film pendek tersebut, tidak menggunakan alat yang canggih, mereka cukup menggunakan android yang dimiliki. Hasilnya di luar ekspectasi, ternyata masing-masing kelompok mampu menyuguhkan karya film pendek berbahasa jawa yang enak untuk dilihat dan dinikmati. Ini adalah salah satu hasil film pendek yang sudah diunggah di youtube.

Mas Taufiq, sebagai sosok guru muda ini bukan sekedar memberikan penugasan, setiap prosesnya dilakukan review terhadap karyanya. Dengan proses yang mengedepankan dialog, ia mampu melejitkan potensi yang dimiliki siswa, sehingga endingnya setiap kelompok berhasil menyelesaikan pembuatan film pendek. Di sela-sela siswa menanti penerimaan rapport, dilakukan kegiatan nonton bareng hasil film yang telah dibuatnya. Saya menyebutnya panen film dan merayakan kebahagiaan bersama atas jerih payah yang dilakukan.

Pembuatan film ini merupakan project pertama dalam pembelajaran bahasa Jawa. Ia masih memiliki mimpi besar untuk melaksanakan pembelajaran bahasa Jawa berbasis porject yang lebih besar lagi. “Saya punya planing Pak Di, di semester depan, kita adakan Festival Film Jawa. Siswa akan saya bentuk panitia khusus pembelajaran bahasa Jawa, supaya mencari sponsor untuk menyelenggarakan festival tersebut”, ungkap Mas Taufiq melalui Whatsapp. Ide yang cemerlang. Seketika saya memberikan respon dan mendukung sepenuhnya. “Bidang kesiswaan mendukung 100%, kita mencari sponsor bersama-sama”, respon saya malam-malam. Dialog yang sederhana meskipun melalui whatsapp, namun lebih bermakna karena muncul ide-ide untuk segera direalisasikan. Semoga bisa, karena selalu diingatkan slogan SMK Bisa.

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *