Kebaikan yang Menular

"Zikrullah": Sebarkan kebaikan

Masih ingat, ketika hal-hal negatif yang terjadi pada murid dan dipertontonkan, apa yang dirasakan oleh murid-murid kita. Justru hal-hal negatiflah yang selalu diingat. Namun demikian, kebaikan yang dilakukan orang lain juga dapat menular. Alasan inilah yang membuat saya konsisten untuk berbagi kebaikan yang dilakukan orang lain di group agar memberikan inspirasi bagi orang lain. Sudah saatnya hal-hal yang negatif untuk tidak disebarkan.

Beberapa waktu yang lalu, saya sengaja berbagi video dari youtube tentang kebaikan yang menular. Dalam video tersebut ada seorang kakek yang duduk di kereta dan kedinginan. Perempuan yang berada didekatnya awalnya cuek, namun setelah ada seorang pemuda memberikan jaketnya kepada kakek tersebut ternyata diikuti oleh orang yang berdiri di dekatnya dengan memberikan makanan. Akhirnya gadis yang berada di dekatnya memberikan tisu untuk kakek tersebut.

Video tersebut menggambarkan bahwa kebaikan yang dilakukan oleh seseorang ternyata menular kepada orang lain. Inilah yang disebut vibrasi positif menyebarkan energi positif di sekelilingnya. Sembari saya mengirimkan video tersebut ke group kelas X Animasi, saya memberikan pertanyaan, “Coba kalian jawab pelajaran apa yang kalian dapat dari video tersebut?”. Beberapa murid memberikan respon cepat atas pertanyaan yang saya sampaikan.

“Kita bisa belajar bahwa sebuah kebaikan kecil bisa menginspirasi orang lain untuk berbuat baik juga pak”, ungkap Andinie.  “Saya berharap komentar saya bisa menginspirasi yang lain untuk ikut mengutarakan opininya”, ungkap Andine lebih lanjut. “Teruslah berbuat kebaikan karena kebaikan itu menular, sehingga orang sekitar juga ikut tergerak hatinya”, ungkap Danis.  “Jangan ragu untuk berbuat baik, karena orang lain dapat melakukan kebaikan hanya karena melihat kita membantu orang lain”, ungkap Hibatullah. “Jangan ragu berbuat baik, dan jangan gengsi untuk menolong seseorang yang butuh bantuan kita”, ungkap Ridho.

Whatsapp sebagai media yang tidak asing lagi untuk kita seyogyanya dapat dimanfaatkan untuk media berdialog membangun kesadaran diri. Inilah cara yang sederhana membangun dialog di ruang  ketiga. Meskipun hanya melalui tulisan, namun ruang-ruang dialog perlu dilakukan dengan harapan akan muncul kesadaran diri untuk berbuat baik. Sekecil apapun, berbuat baik akan berdampak. Kapan lagi akan menanam kebaikan?

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *