Guru Bahagia

Guru bahagia | Be Inspired...
https://erwangto.wordpress.com/tag/guru-bahagia

Guru Bahagia

Ciptaan: Bhante Saddhanyano

Guru yang bahagia dibutuhkan dunia
Guru yang bahagia akan mengubah dunia
Jika guru bahagia, duniapun bahagia
Jika guru bahagia, semuanya bahagia

Guru yang penuh cinta, dibutuhkan dunia
Guru yang penuh cinta akan mengubah dunia
Jika guru penuh cinta, duniapun bahagia
Jika guru penuh cinta, semuanya bahagia

Syair lagu dengan judul “Guru Bahagia” yang diciptakan oleh Bhante Saddhanyano memiliki makna yang mendalam. Syair lagu tersebut memang sederhana, namun jika kita renungkan kembali lebih mendalam memiliki pesan yang sangat dalam. Untuk bahan refleksi pada diri kita sebagai guru, sudahkah kita bahagia sebelum mengajar para murid-muridnya. Bahagia itu suatu keadaan yang tidak dapat diperoleh dari luar, namun bahagia itu diciptakan. Selama ini terkadang memiliki mindsheet bahwa datangnya kebahagiaan itu karena lingkungan kita yang mempengaruhi. Tidak salah berpikir demikian, karena lingkungan kita terkadang mempengaruhi pikiran kita, namun akan lebih bijaksana jika pikiran kitalah yang bisa mengatur kebahagiaan itu sendiri. Meskipun lingkungan sedang tidak baik-baik saja, jangan sampai pikiran kita ikut-ikutan tidak baik. Andaikan terpengaruh, ya jangan berlama-lama, dan kembalilah pada kesadaran diri, bahwa pikiran kitalah yang dapat mengatur kebahagiaan itu sendiri. Cara pandang ini bersesuaian dengan ajaran stoikisme.

Stoikisme adalah cara hidup yang menekankan dimensi internal manusia, seorang dapat hidup bahagia ketika ia tidak terpengaruh oleh hal-hal di luar dirinya. Dalam Dammapada Bab 1 ayat 1 juga menyatakan hal serupa yang membahas tentang sumbernya kebahagiaan.

Pikiran adalah pelopor dari segala sesuatu,
pikiran adalah pemimpin,
pikiran adalah pembentuk.
Bila seseorang berbicara atau berbuat dengan pikiran murni,
maka kebahagiaan akan mengikutinya,
bagaikan bayang-bayang yang tak pernah meninggalkan bendanya

Ketika seorang guru mampu mengontrol dirinya melalui pikiran yang positif akan menciptakan kebahagiaan dirinya. Kebahagiaan yang diciptakan akan berpengaruh terhadap lingkungannya, terutama orang-orang terdekatnya, keluarganya, anak-anaknya, murid-muridnya dan semakin luas dampaknya terhadap masyarakat dan dunia. Ketika kebahagiaan diciptakan, maka akan mengubah dunia menjadi bahagia. Ketiga guru mampu menciptakan kebahagian dalam dunia alit (kecil) di dalam dirinya maka vibrasi tersebut akan terpancar ke alam semesta, sehingga duniapun akan bahagia. Jika tidak percaya, maka buktikan itu.

Landasan untuk menciptakan kebahagiaan diri adalah metta atau cinta kasih. Guru yang memiliki landasan cinta, akan memberikan dampak pada kebahagiaan dirinya dan lingkungannya. Guru yang penuh cinta akan menjadi teladan bagi murid-muridnya. Niscaya cinta yang dipancarkan akan dirasakan oleh murid-muridnya dan menjadi bahagia. Sudahkah kita sebagai guru menciptakan kebahagiaan diri kita? Sudahkah kita sebagai guru memancarkan cinta kasih kepada murid-murid?

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *