Tingkatkan Kesadaran Guru Melalui Powerfull Learning Community (PLC)

“Kesadaran yang diperoleh dari powefull learning community (PLC) membuat kita memperhatikan bagaimana pentingnya kita menjadi seorang Guru yang bisa menjadi contoh yang baik, bagaimana cara kita berpikir, berbicara, berperilaku adalah sesuatu yang akan berdampak pada masa depan murid”, ungkap Pak Fahmi setelah mengikuti kegiatan PLC.  “Very excited ada beberapa kesadaran yang timbul berawal dari kesalahan yang saya pernah lakukan, misalnya reflek marah-marah, ketika siswa melakukan kesalahan, memberi hukuman fisik seperti push up, scott jump, itu sekarang saya sadari salah”, ungkap Bu Vitarias, peserta PLC. “Kesadaran atas nilai-nilai yang diterapkan di sekolah seperti kesadaran diri, kesadaran masyarakat dan lingkungan akan tumbuh sikap bergotong royong, kolaborasi, peduli, mandiri dan bertanggung jawab, ungkap Pak Widadi. “Kesadaran untuk membiasakan budaya positif di kelas dengan memberikan motivasi dan penghargaan kepada peserta didik”, ungkap Pak Royani. “Hukuman bukan solusi untuk membentuk kedisiplinan dan budaya positif. Begitu pula hadiah juga bukan solusi efektif untuk memotivasi prestasi siswa”, ungkap Pak Warsono. Itulah beberapa hasil refleksi guru usai mengikuti kegiatan PLC yang dilakukan di SMK Negeri 11 Semarang dengan narasumber deseminasi Bu Selfia ketika melaksanakan kegiatan aksi nyata pada kegiatan pelatihan guru penggerak.

Powerfull Learning Community merupakan salah satu kegiatan pembelajaran di sebuah komunitas untuk membangun kesadaran secara penuh dari anggota komunitas. Kesadaran yang dimaksud adalah kesadaran tentang arti pentingnya sebagai komunitas, bagaimana perannya dan akhirnya bagaimana tindakannya akan berdampak terhadap orang lain.  Komunitas menjadi kendaraan yang efektif ketika akan membangun growth mindset perubahan ke arah yang lebih baik. PLC ini merupakan kegiatan yang sudah sering dilakukan di komunitas Gerakan Sekolah Menyenangkan, sebagai kendaraan untuk membuat gulungan salju kesadaran para guru untuk memanusiakan manusia. Kolaborasi merupakan nilai yang penting untuk dimiliki oleh seorang guru. Melalui PLC inilah, guru akan membiasakan dialog antar guru sehingga timbul kesadaran bersama. Posisi guru bukan saling menggurui, namun mereka akan saling belajar, saling asah dan salih asuh. Asih-asih-asuh inilah yang menjadi energi positif bagi guru untuk membangun kesadarannya tentang arti penting dan perannya sebagai guru yang bermakna.

Video di atas memperlihatkan bagaimana guru-guru di SMK N 11 Semarang melakukan forum diskusi membudayakan dialektika antara guru untuk membahas bagaimana membangun budaya positif di sekolah. Tidak hanya dilakukan oleh Bu Selfi, saya, Pak Munif, Pak Aan, Pak Agustiawan yang sedang melaksanakan pelatihan di guru penggerak juga melakukan aksi nyata melaksanakan powerfull learning community.

Budaya positif merupakan salah satu bagian dari empat pilar pendidikan untuk sekolah masa depan. Ada empat pilar yang perlu disiapkan untuk membangun sekolah yang berorientasi masa depan yaitu membangun ekosistem yang menyenangkan atau lingkungan belajar positif, keterhubungan sekolah dengan orang tua dan masyarakat, pengembangan diri dan interpersonal serta membangun pembelajaran berbasis penalaran. Membangun budaya positif di sekolah merupakan strategi yang perlu diterapkan agar ekosistem belajar yang positif terbentuk. Dalam PLC tersebut secara runtut dibahas bagaimana kontrol diri itu penting, membuat keyakinan kelas, lima fungsi kontrol guru serta bagaimana guru menerapkan restitusi untuk membangun kesadaran murid dalam memperbaiki kesalahan. Dari contoh kegiatan PLC ini nampak bahwa kegiatan yang membangun budaya dialektika lebih efektif, jika dibandingkan dengan program-program pelatihan yang selama ini dilakukan yang cenderung materinya menyublim sebelum guru kembali ke sekolah. Hal ini karena tidak ada pembiasaan untuk melakukan PLC bagi guru usai melakukan diklat atau program-program serupa yang sudah menghabiskan banyak biaya yang bersumber dari rakyat. Yuk, berkesadaran untuk melakukan PLC, setidaknya di sekolah masing-masing. Semoga menginpirasi.

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *