Kisah Mengesankan: Challenge Olah Rasa

Bersyukur, saya masih hidup sampai sekarang, ungkap Serenade mengawali ceritanya.  Bercerita merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan diri. Bercerita tidak hanya dilakukan pada saat morning sharring, namun bercerita dapat dilakukan melalui tulisan. Cerita merupakan cikal bakal dari script cerita dalam pembuatan film animasi. Berikut ini salah satu cerita dari Serenade.

Saat itu kondisi saya makin memburuk, tubuh terasa lemas sekali, tidak ada selera makan, dan sering muntah. Malamnya papa dan mama berdebat, mama ingin saya dirawat di rumah sakit sedangkan papa ingin saya dirawat dirumah saja. Saya berpihak pada mama. Saya keluar dari kamar dan mencium pipi papa. “Pa, kondisiku perlu ditangani lebih lanjut”.  Papa berpikir dan mengiyakan permintaan saya.

Tengah malam itu, kami pergi ke rumah sakit dan langsung dimasukan ke UGD dan langsung diinfus dan mendapatkan ruang rawat. Saya dirawat di rumah sakit selama delapan hari. Selama perawatan itu, saya mengalami banyak kejadian dan menurutku itu adalah kejadian yang paling menyeramkan. Di hari pertama saya hanya merasa lemas dan pusing saja. Setiap hari saya diambil darahnya, 2 kali dalam sehari untuk memeriksa trombosit. Saya hanya bisa makan, bangun dan tidur. Beruntung saya memiliki orang tua yang sangat peduli menjagaku.

Kejadian yang menyeramkan saat  memasuki hari keempat, karena saat akan disuntik, darah saya sudah sangat kental dan susah untuk diambil. Perawat sudah menusukkan jarum suntik di berbagai bagian tapi hanya dapat sedikit. Setelah di cek ternyata trombosit saya hanya 30. Saat itu  saya sudah tidak merasakan apa-apa, ketika disuntik pun tidak terasa sakit.

Keesokan harinya guruku datang untuk menjenguk,  Beliau bersama guru yang lain berdoa untuk kesembuhan saya. Setelah beliau pulang, saya tidur. Bangun tidur tiba tiba saya merasa mual, ingin kekamar mandi tapi infusnya berada di arah berlawanan dari kamar mandi. Orang tua saya juga tertidur semua. Disitu saya hanya bisa pasrah dan muntah. Pertama hanya muntahan biasa tapi disusul dengan darah yang keluar dari mulut dan hidung. Orang Tua saya bangun dan segera memanggil dokter lewat bel. Dokter datang dan mengambil baskom dan tissue untuk membersihkan darah. Darah yang keluar sangat banyak sampai setengah baskom. Setelah itu orang tua saya membelikan popok agar saya tidak ketoilet karena kondisi saya saat itu sangat drop.

Keesokan harinya, ayah saya mencarikan trombosit. Setelah menemukannya dia segera memberikannya kepada dokter. Trombosit itu digantung seperti infus. Saat trombosit itu masuk tubuh, seketika gatal dan merah merah semua. Orang tua saya pun membantu menggaruk bagian tubuh yang gatal. Untung itu hanya sebentar, setelah itu dokter memasang selang dari hidung menuju ke lambung. Pertama dokter itu memberikan gel dan memasukan perlahan dari hidung. Nggak sakit sih, tapi rasanya seperti ada yang mengganjal. Saya dibiarkan tidak makan selama 2 hari. Saya hanya boleh minum minum dan minum. Padahal banyak makanan enak di ruangan Saya. Selang itu bekerja untuk membersihkan kotoran yang berada di lambung saya.

Malam ke ketujuh orang tua saya berdiskusi dengan dokter.  Yang saya tangkap adalah jika saya masih dalam kondisi seperti ini saya pasti akan dirawat di ruangan khusus. Orang tua saya tidak boleh menemaniku. Setelah berbicara dengan dokter ibu bilang jika saya sembuh, saya boleh makan indomie banyak. Entah keajaiban atau kebetulan tetapi keesokan harinya saya dinyatakan sembuh. Trombosit saya Naik jadi 90 dan Saya boleh pulang. Di situ saya senang sekali bisa pulang, walaupun cuma dapat bakso bilang indomie.” Dalam cerita tersebut Serenade menyampaikan terima kasih sekali kepada orang tuanya yang telah setia merawatnya, terima kasih kepada para gurunya yang menjenguk dan mengirimkan doa untuknya.

Cerita tentang kisah yang paling mengesankan ini merupakan sebuah tantangan yang diberikan kepada anak didik di kelas X yang berkolaborasi dengan mata pelajaran produktif animasi dan Bahasa Indonesia. Membuat cerita yang paling mengesankan merupakan salah satu cara untuk mengungkapkan perasaan (olah rasa), berbagai pengalaman, meningkatkan keterbukaan dan sekaligus menjadi cikal bakal dalam pembuatan script cerita dalam pembuatan film animasi.

 

Leave a Comment Cancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Exit mobile version