Terbang dengan Sayapnya Sendiri

Portofolio Kotte Studio

“Assalamualaikum selamat pagi pak Di. Mau mengabarkan kabar baik. Mulai bulan ini, anak magang Keitoto yang 3D sudah saya lepas untuk belajar mencari project freelance mereka sendiri. Monggo bisa cek portofolio mereka di sini: https://dribbble.com/teams/kotte3d. Kurikulum kami sekarang, pada bulan ke-3 atau ke-4 akan kami ajarkan cara mendapat project 3D mereka sendiri. Mugi-mugi bisa membantu sisi ekonomi anak-anak juga dan orang tuanya”, pesan whatsapp dari Mas Malik pemilik Keitoto Studio. Bahagia bercampur haru, melihat perkembangan siswa kelas XI Animasi SMK Negeri 11 Semarang yang mendapatkan kesempatan magang di Keitoto Studio. Secara acuan dari kurikulum Merdeka, magang mereka seharusnya dilakukan nanti saat kelas XII, namun kami berpikir lain. Kalau bisa cepat, mengapa harus lambat. Kalau bisa berlari mengapa harus berjalan. Waktu tidak bisa diputar. Waktu terus berjalan. Ketika ada kesempatan datang, mengapa tidak diambil peluang itu. Itulah prinsip kami di jurusan Animasi. Nesya, Benedictus dan kawan-kawan mulai mengikuti magang justru sebelum naik kelas XI. Mereka dengan portofolionya yang sudah siap, mereka ajukan ke Keitototo saat itu. Sekilas lamunan saya ke beberapa bulan yang lalu, ketika anak-anak ini saya antarkan ke Keitoto. Awalnya memang mendapatkan presure yang kuat, bahkan ada satu anak yang tidak kuat dan akhirnya memilih untuk pindah tempat magang. Prediksi Mas Malik saat itu terbukti menjadi kenyataan, bahwa anak-anak yang magang ini memiliki potensi yang luar biasa untuk berkembang dengan baik. “Mantap mas. terima kasih. Berkah untuk mas Malik”, jawab saya.

Rasa bangga terpacar pula dari Mas Malik. Ilmu yang diberikan menjadi berkah bagi Mas Malik. Mas Malik bukan alumni SMK N 11 Semarang. Pertemanan saya dengan Mas Malik juga belumlah lama, namun komunikasi yang kami jalin, terasa sudah lama sekali. Beberapa karya Nesya dan Benedictus dalam bentuk link juga dikirim ke saya sebagai bukti bahwa keduanya mulai hari ini sudah siap untuk terbang dengan sayapnya.

“Ini portofolio Neysa dan Benedictus, Pak Di. Untuk karya teman-teman yang lain masih dalam proses jadwal upload”, ungkap Mas Malik sambil mengirim link portofolio.

https://dribbble.com/shots/22651544-Dreamy-Bedroom-Isometric-3D
https://dribbble.com/shots/22651230-3D-Japanese-cuisine-icon-3D-icon-design

“Wah ikut bangga. Didikan mas Malik. Luar biasa”, jawab saya. “Siap Pak. Seneng saya ngeliat anak-anak progressnya signifikan”, ungkap Mas Malik.

Ini sekilas kebahagiaan yang saya rasakan. Kebahagiaan bukan karena murid-murid mendapatkan nilai-nilai yang bagus. Justru kebahagiaan saya ketika murid-murid mampu terbang dengan sayapnya sendiri. Untuk pencapaian seperti ini tidak bisa hanya sekolah, jurusan dan saya sendiri yang memegang peranan ini, justru karena hubungan harmonis antara sekolah dan dunia usaha dan dunia industri. Seperti halnya antara hubungan antara jurusan Animasi dan Keitoto yang terus dirawat, sehingga kedua belah pihak memiliki visi yang sama mengantarkan anak-anak bisa terbang dengan sayapnya sendiri. Terbanglah anak-anakku, terbanglah setinggi-tingginya, lihatlah pemandangan alam yang indah ketika kalian lihat dari atas. Carilah sudut pandang secara luas, kepakkan sayapmu dan carilah pundi-pundi untuk kalian. Namun jangan lupa bahwa ada Keitoto yang membuat kepak sayapmu kuat, ada SMK N 11 Semarang yang memberikan ijinuntuk magang lebih dini, ada jurusan Animasi yang mengenalkanmu dengan Keitoto dan ada orang tuamu yang terus mendoakanmu. Sukses untuk kalian.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *