Memantik Siswa agar Terus Berkarya

Karya Kagumi

Karya ini merupakan hasil tantangan membuat gambar ilustrasi berkaitan dengan budaya nusantara yang dibuat oleh Kagumi, siswa kelas X Animasi SMK Negeri 11 Semarang. Bagaimana memberikan respon terhadap karya tersebut akan menentukan apa yang akan dilakukan siswa selanjutnya. Ketika kita sebagai guru hanya memberikan nilai dalam bentuk angka, yang akan diperoleh  siswa hanya sebatas nilai berupa angka tanpa makna. Bagaimana respon kita sebagai guru agar diperoleh siswa bukan sekedar nilai?

Pertama kali yang perlu dilakukan adalah memberikan penguatan positif. Seperti yang dilakukan kepada Kagumi ini saya memberikan respon “vgkl” dan semua siswa yang mengikuti pembelajaran saya sudah tahu maknanya yaitu very good kirim link. Untuk meningkatkan kualitas karya Kagumi, maka perlu diberikan pantikan respon lagi. Respon tersebut untuk setiap individu berbeda-beda sesuai kondisinya masing-masing. Melihat potensi yang dimiliki Kagumi ini bisa diberikan tantangan yang lebih cepat, maka¬† saya mencoba memberikan respon. “Ini kalau backgroundnya ditambah dengan penabuh gamelan akan semakin wow”, respon saya di group. Tidak sampai 2 jam, kagumi sudah mengirim kembali karya yang baru berdasarkan respon tersebut.

Karya Lanjutan Kagumi

“Lagi dan lagi, saya mendapat tantangan yang lebih lagi. Saya diberi tugas oleh Pak Diyarko untuk latarnya diberi seseorang sedang bermain gamelan. Saya sedikit kurang puas dengan hasilnya, tetapi saya senang dengan tantangan yang ini. Saya terus-terusan berusaha dan mementingkan ini dari pada yang lain, yang biasanya memilih untuk tiktokan atau bermain instagram, saya lebih memilih untuk mengerjakan challenge ini. Saya sangat bangga sekali pada diri saya sendiri, saya dapat menyelesaikan tugas yang diberikan tidak dengan waktu lama. Saya berharap supaya mendapat hasil yang baik, dan saya lebih baik dalam membuat tugasnya”, ungkap Kagumi yang ia tulis di bagian deskripsi pada instagramnya.

Segera saya memberikan respon “vgkl” kembali. “Tantangan berikutnya, mbak Kagumi bisa mencoba membuat ilustrasi tentang seni kuda lumping sedang tampil dan ada penabuh gamelannya, serta ada penontonnya. itu tantangan yang kompleks dan saya yakin butuh waktu yang lebih lama. Namun pasti bisa dilakukan. Ketika mbak Kagumi mampu melakukan itu, jelas sekali naik levelnya akan tercapai dengan cepat dan menjadi seorang ilustrator”, respon saya sampaikan ke group whatsapp dengan harapan tidak hanya Kagumi saja yang membacanya, namun seluruh siswa yang berada di group tersebut membaca dan terinspirasi untuk membuat karya yang lebih baik lagi. “Baik, Pak. Akan saya coba”, jawab Kagumi.

Kuda Lumping Karya Kagumi
Kuda Lumping Karya Kagumi

Beberapa hari berikutnya, Kagumi mampu merealisasikan rencananya dengan hasil yang lebih baik. Meakipun ia belum mampu menambahkan para penabuh gamelan, Kagumi sudah berproses membuat karya tentang seni kuda lumping. “Saya sangat tertantang pak, saya mengerjakan dengan senang. Saya melihat banyak tutorial di YouTube supaya mendapatkan hasil yang memuaskan. Walaupun belum sempurna, saya akan belajar lagi supaya lebih baik lagi”, ungkap Kagumi.

 

 

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *