Bercerminlah, Jika Ingin Mengubah Hidupmu

“Jika kamu mencari satu orang yang akan mengubah hidupmu, lihatlah di cermin”, sebuah tulisan yang saya lihat di status whatsapp Coach Pramudianto pagi ini. Coach Pram sapaan beliau, merupakan seorang coach yang terkenal dan puji syukur saya bisa ikut menimba ilmu tentang ilmu coaching dan sedikit-demi sedikit mencoba menerapkan ilmunya untuk mengelola pembelajaran. Ungkapan di status whatsapp tersebut sangat menohok perasaan saya, karena kadang kala saya masih terbawa kondisi situasi di luar diri saya. Kadang kala ketika saya bergerak untuk perubahan dalam kehidupan ini, masih terpengaruh oleh orang lain, ketika orang lain mencemooh munculah perasaan untuk berhenti karena takut, bahkan timbul kemarahan. Mungkin ini wajar terjadi dan mungkin mayoritas dari kita sering mengalami hal itu. Namun jika kembali merenung lebih mendalam, hal itulah yang justru menghambat langkah kita untuk perubahan. Ketika lingkungan kurang mendukung, akhirnya kita ikut-ikutan tidak bergerak. Pagi ini saya berterimakasih dengan coach Pram yang selalu menyebarkan energi positifnya melalui status whatsapp.

Bentuk rasa terima kasih atas inspirasi ini, maka segera saya berikan kepada group whatsapp di kelas yang saya ampu pada hari ini juga. Sambil saya mengirim tulisan tersebut, saya berikan kalimat tanya yang memantik. “Bagaimana pendapatmu tentang tulisan tersebut? Apa yang akan kalian lakukan selanjutnya?”. Kalimat ini sama sekali bukan perintah ataupun nasehat. Kalimat tanya ini bersifat terbuka sehingga memantik siswa untuk mengemukakan dengan sudut pandangnya. Pertanyaan pemantik ini yang sering saya berikan ke siswa, setelah saya mendapatkan ilmu coaching dari Coach Pram. Pertanyaan pemantik inilah yang akan memberikan dampak pada proses kesadaran diri.

Beberapa menit kemudian sudah muncul respon dari siswa. Yosepta memberikan pendapat bahwa  dirinya yakin dengan kata-kata itu karena dirinya pada bulan kemarin mengalami sedikit perubahan yang sampai saat ini bertahap. Iqbal Ramadhan menyampaikan bahwa untuk mengubah hidup, kita harus melihat diri sendiri untuk melihat apakah sudah sepantasnya kita hidup dan dengan melihat diri sendiri kita akan mengetahui kekurangan dan kelebihan diri, karena hidup itu adalah gambaran dari cermin. Khoirun Nisa memberikan komentar bahwa untuk mengubah diri sendiri kita harus memulai dari kecil perubahan akan bertahap dengan menghargai proses dan melihat diri dari cermin. Moreno menyampaikan bahwa tulisan itu benar, karena yang bisa mengubah seseorang adalah orang itu sendiri, memang kita butuh dorongan atau bantuan dari orang lain untuk berubah, tapi keinginan untuk mengubah diri sendiri itulah yang menjadi dorongan untuk berubah. Rizky Febianto menyampaikan bahwa orang yang paling berpengaruh dalam hidupnya adalah diri sendiri bukan orang lain. “Saya setuju dengan kalimat tersebut, karna satu-satunya yang bisa merubah hidupmu ya hanyalah dirimu sendiri. Yang bisa memahami, memperbaiki, dan memperjuangkan hidupmu hanya dirimu sendiri bukan orang lain. Dan saya sudah lama menerapkan hal tersebut. Dari memahami kesalahan atau kekurangan saya, kemudian dilanjut memperbaiki kebiasaan, dan kini saya sudah ditahap memperjuangkan/ berusaha agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari pada sebelumnya, ungkap Tiara.  Ahmad Yasin merasa sangat setuju dengan kalimat itu, karena yang dapat merubah diri kita ya, diri kita sendiri, dan juga untuk merubah diri, kita harus melihat kekurangan kita dan merubahnya menjadi kelebihan kita”

Itulah beberapa pendapat dan respon siswa kelas X Animasi SMK Negeri 11 Semarang berkaitan dengan tulisan dari Coach Pram yang sebagai bahan untuk olah rasa atau morning sharring di pagi hari ini. Morning sharring jika sudah dibudayakan di dunia persekolahan, saya yakin akan memberikan dampak positif terhadap perubahan diri siswa. Mungkin saja perilaku siswa yang belum sesuai dengan harapan, karena belum menemukan jalannya saja untuk berubah, belum menemukan cahaya yang menyinari sehingga mereka akan bergerak, karena terlalu gelap sehingga takut untuk bergerak. Morning sharring yang dilakukan oleh guru, mungkin dapat menjadi cahaya bagi mereka, sehingga tergugah untuk bergerak dalam mengarungi kehidupan ini. Jadilah guru kunang-kunang yang memberikan cahaya, seperti yang diungkapkan Cofounder GSM, Bu Novi Candra pada saat simposium pada bulan yang lalu.  “Bercerminlah, Jika Ingin Mengubah Hidupmu”.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *